Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:22 WIB

PLTA Batangtoru, Pembangkit Setrum nan Irit Lahan

Oleh : - | Senin, 28 Mei 2018 | 15:09 WIB
PLTA Batangtoru, Pembangkit Setrum nan Irit Lahan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru Tapanuli Selatan, Sumatera utara berkapasitas 510 MW dirancang sebagai pembangkit listrik irit lahan.

Bahkan, pada saat beroperasi PLTA yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan ini, mampu mengurangi emisi karbon hingga 1,6 Megaton CO2/tahun.

Agus Djoko Ismanto, Senior Advisor Bidang Lingkungan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) mengatakan, PLTA Batangtoru hanya membutuhkan 67,7 hektar lahan yang tergenang serta 24 hektar lahan lain di badan sungai.

"Sebagai pembanding luasan lahan yang dipergunakan hanya seperempat hingga seperlima dari luasan pembangkit sejenis dengan kapasitas sama," kata dia dalam keterangan tertulis di di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dia mengungkapkan, adanya tebing curam di sepanjang sungai yang membentuk cekungan tajam berbentuk huruf V sebagai titik pembangunan bendungan sangat menguntungkan. "Dengan demikian kami masih dapat menjaga lahan lain untuk tetap dipertahankan sesuai habitat aslinya."

Menurut Agus, dengan kondisi lereng yang curam dan terjal, lahan pertanian menjadi sangat terbatas."Keuntungan lain dari proyek ini tidak perlu merelokasi permukiman karena tidak ada penduduk yang tinggal dekat kawasan PLTA."kata dia.

Dia memastikan, keberlanjutan dan kelestarian wilayah hilir juga mendapat perhatian serius. Salah satunya dengan mempertahankan arus air yang cukup sampai ke Sungai Batangtoru agar kelestarian biota air terjaga.

Saat ini, debit air Sungai Batangtoru mencapai 484m3/detik hingga ke paling rendah sebesar 41,5m3/detik. Dengan debit air sungai rata-rata berada di sekitar 106m3/detik, kami akan mempertahankan arus air sedemikian rupa untuk memastikan agar kelestarian lingkungan dan ekosistem di wilayah hilir tetap terjaga," kata Agus.

Agus menekan, sebagai pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan, yaitu air, keberadaan PLTA Batangtoru sangat tergantung pada ketersediaan air yang menjadi penggerak utama turbin. Karena itu, pelestarian lingkungan menjadi concern perusahaan untuk menjaga ketersediaan air.

Agus Supriono, Manajer Humas NSHE mengatakan, PLTA Batangtoru berkomitmen untuk menjaga dan memelihara lahan di sekitar proyek sebagai lahan penyangga bagi hutan lindung. Sesuai IFC Standard, proyek ini mengadopsi hirarki mitigasi dengan meminimalisasi perubahan bentang alam, migitasi dan tukar guling (offset).

Dia mengatakan, rencana kerja terkait keanekaragaman hayati akan diimplementasikan di sekitar konsesi PLTA Batangtoru dengan melibatkan pihak-pihak terkait serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ketika ditemukan satwa liar, kata dia, tim akan menggeser satwa ke habitat yang lebih aman. Upaya penyelamatan itu terutama dilakukan terhadap satwa yang terkendala untuk berpindah seperti anakan burung yang ditemukan di atas pohon.

Sedangkan untuk tumbuhan langka atau tumbuhan setempat akan dikumpulkan dan ditanam kembali (replanting) di lokasi proyek untuk menjaga keberlanjutannya.

Saat ini, pohon langka yang ditemukan diantaranya dari jenis meranti seperti meranti Kuning, ketuko, keruing bulu/simar haluang dan jenis yang dilindungi yaitu Tengkawang Gunung (Shorea lepidota).

Irsan Simanjuntak, Direktur Lembaga Sipirok Lestari Indonesia mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran PLTA Batangtoru yang sejak tahap pra pembukaan lahan menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian biodiversity. [tar]

Komentar

x