Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 12:57 WIB

Keluarkan Permen 23/2018, Jonan Titipan Asing?

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 28 Mei 2018 | 17:18 WIB

Berita Terkait

Keluarkan Permen 23/2018, Jonan Titipan Asing?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo diminta mencabut Peraturan Menteri ESDM 23/2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhir Kontrak Kerja Samanya (KKS-nya) yang diteken Ignatius Jonan.

Pasalnya, Permen ESDM itu dinilai bertentangan dengan UUD 1945, merusak ketahanan energi nasional, mengurangi potensi penerimaan negara dan menghambat dominasi BUMN di sektor migas.

"Permen ESDM 23/2018 dengan sengaja memberi kesempatan kepada asing untuk terus menguasai pengelolaan migas nasional walau telah bercokol puluhan tahun," kata pengamat Migas Marwan Batubara, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Adapun Permen ESDM No.23/2018 diterbitkan pada 24 April 2018 guna menggantikan Permen ESDM No.15/2015. Dari Pasal 2 Permen ESDM No.23 tampak dengan jelas bahwa pemerintah memberi jalan mulus bagi kontraktor eksisting untuk melanjutkan pengelolaan suatu wilayah kerja (WK) yang KKS-nya berakhir.

"Padahal, sesuai Pasal 2 Permen No.15/2015 pengelolaan WK tersebut diprioritaskan untuk dikelola oleh BUMN/Pertamina," kata dia.

Selain itu, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.36/PUU-X/2012 WK-WK migas hanya boleh dikelola oleh BUMN sebagai wujud penguasaan negara. Hal ini merupakan perwujudan dari amanat Pasal 33 UDD 1945 di mana negara melalui Pemerintah dan DPR, berkuasa untuk membuat kebijakan, mengurus, mengatur, mengelola dan mengawasi.

"MK menegaskan, khusus untuk aspek pengelolaan, penguasaan negara tersebut dijalankan oleh pemerintah melalui BUMN," tegas dia.

Menurut dia, bila Pemerintah masih mematuhi amanat konstitusi, maka tidak ada alternatif lain kecuali menyerahkan pengelolaan WK-WK yang berakhir KKS-nya kepada BUMN. "Jangankan Peraturan Menteri, bahkan PP dan UU pun harus tunduk pada amanat konstitusi," ujar dia.[ipe]

Komentar

x