Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:41 WIB

Triwulan Pertama, Kinerja Pertamina Mengilap

Selasa, 29 Mei 2018 | 09:14 WIB

Berita Terkait

Triwulan Pertama, Kinerja Pertamina Mengilap
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Triwulan I-2018, PT Pertamina (Persero) menorehkan kinerja hulu yang positif. Produksi migas setara minyak mencapai 923 MBOEPD. Ada kenaikan untuk produksi minyak dan gas bumi.

Produksi migas sebesar 923 MBOEPD terdiri dari minyak 386 MBOPD dan gas bumi 3.115 MMSCFD. Produski minyak naik 14% dibandingkan periode sama 2017, yang terealisasi 337 MBOPD. Sedangkan produksi gas bumi naik 55% dibandingkan periode sama 2017 sebesar 2.007 MMSCFD.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menjelaskan, capaian kinerja hulu yang positif ini, merupakan buah dari kerja keras seluruh insan Pertamina dalam upaya meningkatkan produksi."Pertamina mencatat kinerja hulu yang menggembirakan sepanjang triwulan pertama tahun ini," kata Adiatma dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Di sektor panas bumi (geothermal), lanjut Adiatma, Pertamina juga menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I-2018, produksi panas bumi setara listrik mencapai 959 GWh, atau naik tipis 1% ketimbang realisasi triwulan I-2017 sebesar 949 GWh.

Sementara, kapasitas terpasang panas bumi Pertamina hingga triwulan pertama 2018 mencapai 617 MW atau masih sama dengan posisi pada 2017. "Saat ini, proyek geothermal Lumut Balai Unit 1 dalam tahap EPC dan dijadwalkan onstream pada triwulan empat 2018," kata Adiatma.

Adiatma menjelaskan, sejumlah program prioritas sektor hulu pada 2018. Di sisi produksi, program prioritasnya antara lain mempertahankan produksi migas Blok Mahakam dengan mengembangkan Lapangan Tunu Shallow Phase 4, Handil Phase 5, dan Tambora Phase 5; menaikkan produksi Lapangan Banyu Urip; menurunkan decline rate dengan membor 108 sumur, well services, termasuk program reaktivasi lapangan; serta optimalisasi operasi panas bumi Ulubelu, Kamojang, dan Lahendong.

Sedangkan, proyek-proyek hulu yang menjadi program prioritas pada 2018 antara lain panas bumi Karaha dan Lumut Balai; gas Jambaran Tiung Biru; dan pengembangan proyek PIEP PLN Phase IV untuk menambah produksi migas dari internasional.

Terkait akuisisi migas, Adiatma mengatakan, pemerintah telah memutuskan 100% hak kelola atau participating interest blok migas terminasi 2018 kepada Pertamina. Yakni Tuban, Ogan Komering, NSO, Sangasanga, Attaka, East Kal, OSES, dan Tengah. "Proses alih kelola blok terminasi termasuk operasi dan sumber daya manusia sudah berjalan dengan lancar," kata Adiatma.

Untuk program upstream services, Adiatma melanjutkan Pertamina menambah 3 unit rig hoist dalam upaya meningkatkan market share PDSI dengan tetap memperhatikan aspek HSSE dan customer satisfaction. Selain itu, membangun dan mengembangkan operasi pemboran dengan teknologi informasi yang terintegrasi sehingga memberikan peluang bisnis bagi Elnusa maupun PDSI.

"Penerapan gross split menjadi peluang bagi PDSI dan Elnusa agar program sinergi bisa terlaksana khususnya melalui penggunaan dan pemanfaatan barang dan jasa," ujar Adiatma.[ipe]

Komentar

x