Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:59 WIB
Hightlight News

Berkat Social Entrepreneurship

Du Anyam, UKM Berlisensi Asian Games 2018

Oleh : - | Kamis, 31 Mei 2018 | 15:31 WIB

Ada Potensi dan Keterampilan

Datangi Sendiri INASGOC

Tak Punya Akses Tunai

Ada Potensi dan Keterampilan

Ayu menceritakan, anyaman adalah budaya khas di banyak daerah di Indonesia. Salah satunya di NTT. Ibu-ibu cukup trampil karena ini warisan budaya. Sedangkan untuk bahan baku yaitu daun lontar juga tesedia melimpah. Namun mereka tak memiliki akses pasar.  “Kami menggandeng para wanita di Flores ini yang selama ini menggantungkan kehidupannya dari menganyam daun lontar untuk sama-sama membangun bisnis,” ujarnya.

Lewat Du’Anyam, Ayu dan teman-temannya membantu  ibu-ibu dan wanita di 20 desa di Flores untuk lebih banyak menghasilkan produk kerajinan anyaman dari daun lontar dengan tetap mempertahankan ciri khas desain tradisional. Du’Anyam menghasilkan tas, sepatu, dan beragam suvenir serta produk kerajinan berbahan daun lontar lain.

“Produk ini kami jual di beberapa resor, hotel, dan toko suvenir di Bali,” kata Ayu. Uang hasil penjualan digunakan untuk memperbaiki dan memenuhi kebutuhan pangan sehat anak-anak dan para ibu.“Tingginya angka malnutrisi di Flores disebabkan para orang tua tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan bergizi bagi kebutuhan sehari-hari anak dan mereka sendiri,” kata Ayu. Dan bisnis Du’Anyam hadir untuk memenuhi itu.

Ayu sadar betul, bisnis sosial yang sedang ia jalankan masih tergolong sangat kecil dan muda. “Masih banyak tantangan yang harus saya dan teman-teman hadapi agar bisnis ini menjadi  makin matang,” katanya. Terutama, kata Ayu, dalam hal mencari investor untuk pendanaan. Du’Anyam membiayai aktivitasnya dari pendanaan jangka pendek dari hasil memenangkan berbagai kompetisi kewirausahaan sosial, seperti MIT Global Ideas Challenge 2014, UnLtd Indonesia Incubation profram 2014-2016, Global Social Venture Competition 2015, serta dana hibah dari Tanoto Foundation.

 

 

1 2 3 4

Komentar

x