Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:57 WIB

Merapat ke Vietnam, RI Ingin Kerja Sama Properti

Jumat, 1 Juni 2018 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Merapat ke Vietnam, RI Ingin Kerja Sama Properti
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kedutaan Besar RI untuk Vietnam, aktif mempromosikan berbagai peluang bisnis dengan Vietnam. Demi target perdagangan bilateral US$10 miliar pada 2020.

Salah satu kerja sama bisnis yang menonjol adalah sektor konstruksi dan properti. Berdasarkan rilis KBRI Hanoi di Jakarta, Kamis (31/5/2018), KBRI Hanoi didukung Viet Nam Federation of Civil Engineering Association (VFCA), menyelenggarakan forum bisnis Indonesia-Viet Nam Cooperation on Construction and Property pada Rabu (30/5/2018).

Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi, menyatakan, forum ini bertujuan untuk mempromosikan peluang dan menjalin kerja sama dengan beerbagai pihak di Vietnam.

Pada 2017, total perdagangan Indonesia dan Vietnam mencapai kenaikan 16,36% menjadi US$6,50 juta dari sebelumnya US$ 5,58 juta (2016). Terdiri dari US$3,63 juta ekspor Indonesia ke Vietnam (tumbuh 22,51%), dan impor Indonesia sebesar US$2,61 juta, meningkat 9,37%.

Investasi Indonesia di Vietnam selama 2017, mencapai US$45,84 juta. Hingga akhir Desember 2017, total investasi Indonesia di Vietnam mencapai 69 proyek senilai US$477,02 juta. Di mana, Indonesia berada di peringkat ke-30 dari daftar negara investor di Vietnam.

Sementara Vietnam tercatat memiliki delapan proyek investasi di Indonesia yang bernilai US$51 juta di industri pengolahan pertambangan, media dan manufaktur.

Meskipun kerja sama investasi antara kedua negara masih relatif tidak sebesar Korea Selatan, Jepang, dan Singapura, arus masuk investasi Indonesia ke Vietnam terus meningkat. Investor Indonesia mulai memanfaatkan potensi dan peluang pasar yang ditawarkan oleh Vietnam.

Dengan lebih dari 260 juta orang dan 96 juta orang pada 2017, Indonesia dan Vietnam adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan PDB 5,17% dari Indonesia, dan 6,81% dari Vietnam.

Pendapatan per kapita pada 2017, masing-masing US$3.859 dan US$2.385. Bagi Indonesia, pertumbuhan sektor bangunan bergantung pada infrastruktur yang diperkirakan 5,9% setiap tahun dari 2017-2026. Mengungguli proyeksi pertumbuhan tahunan industri konstruksi keseluruhan sebesar 3,9%.

Baik sektor perumahan maupun non-perumahan akan mendapat manfaat dari demografi Indonesia yang kuat dan tingkat urbanisasi yang tinggi sebesar 53%.

Proyek Pemerintah Indonesia dalam peningkatan infrastruktur senilai 436 miliar dolar terdiri atas pembuatan jalan, jalur kereta api, pembangkit listrik, dan sistem air yang akan menjadi kunci bagi pembangunan perumahan, area komersial, dan industri di daerah perkotaan dan kawasan urban.

Forum itu dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Viet Nam Federation of Civil Engineering Association (VFCEA), perwakilan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Vietnam, antara lain, (Indonesia) Citra Westlake City Development (Grup Ciputra), Thang Long Cement JSC (Semen Indonesia), PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan (Viet Nam) Sing Group, Ariyana Real Estate JSC, Tan Viet Bac Pertambangan dan Konstruksi Modal JSC, Danka Minerals Jsc, Dong Duong Co Ltd, Hanoi Industry and Construction Co, (Hanoinco), dan Hanoi Real Estate Company.[tar]

Komentar

x