Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 22:40 WIB

DPR Ingatkan Inflasi dari Administered Price

Jumat, 1 Juni 2018 | 07:09 WIB

Berita Terkait

DPR Ingatkan Inflasi dari Administered Price
Anggota Komisi XI DPR, Eva Kusuma Sundari - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR, Eva Kusuma Sundari mengingatkan pemerintah tetap fokus pengendalian potensi inflasi. Kebijakan yang bisa memengaruhi harga, perlu lebih hati-hati.

"Tampaknya faktor-faktor penyebab inflasi yang sifatnya dari daerah itu bisa dikontrol mereka (tim pengendali inflasi daerah), namun yang mereka takutkan adalah administratif seperti kebijakan pusat," kata Eva di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Eva mengemukakan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja pengawasan inflasi Ramadan dan menjelang Lebaran 2018 di Jawa Timur, Rabu (30/5/2018).

Menurut politisi PDIP ini, contoh kebijakan pusat yang bisa berdampak kepadda inflasi di daerah, antara lain seperti pencabutan subsidi bagi harga bahan bakar minyak (BBM).

Selanjutnya Eva memuji terobosan yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim, seperti pembangunan klaster agar saling mengontrol inflasi dari pertukaran komoditas yang dimulai dari Jakarta. Langkah ini bisa menghindari terjadinya siklus inflasi secara permanen.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) meyakini, kenaikan permintaan barang menjelang dan saat Ramadan 2018, tidak mengerek harga secara signifikan. Alasannya, produksi atau pasokan barang, terutama pangan strategis terutama beras, daging dan berbagai varietas cabai, cukup berlimpah.

"Untuk kelompok tarif barang bergejolak (volatile food), ada panen hortikultura, jadi sudah mereda inflasinya," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2018).

Menurut Dody, BI sudah mengalkulasi semua tekanan inflasi yang akan timbul selama Ramadhan. Selain "volatile food", dampak dari kenaikan harga bensin nonsubsidi juga mereda pada Mei 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perlunya mewaspadai inflasi yang berasal dari barang impor, atau imported inflation dan menjadi perhatian dalam kondisi depresiasi atau pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekarang ini. "Banyak sekali impor itu sudah dilakukan pada tahun lalu sampai dengan kuartal pertama (tahun) ini," kata Sri Mulyani. [tar]

Komentar

x