Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:41 WIB

Alokasi Ditambah

571 Penyalur Baru Siap Pasok Premium di Jamali

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 1 Juni 2018 | 19:15 WIB
571 Penyalur Baru Siap Pasok Premium di Jamali
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin kecukupan premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) di tahun 2018.

Sebanyak 571 penyalur baru melengkapi 1591 penyalur lama untuk melayani penjualan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium tersebut.

"Dengan tambahan sebanyak 571 penyalur baru, secara keseluruhan penyalur di Jamali sekarang berjumlah 2090," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (1/6/2018).

Tambahan ini, lanjut Agung, secara otomatis mengubah ketetapan alokasi premium menjadi 11,8 juta kilo liter (kl) dari sebelumnya hanya 7,5 juta kl.

Hal ini mengacu pada regulasi baru, yaitu Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendisribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan diperkuat dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018 serta Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 18/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2018.

"Instruksi Presiden sudah jelas. Presiden ingin kebutuhan masyarakat akan premium terpenuhi di semua wilayah Indonesia. Jadi, Menteri ESDM menugaskan kepada Pertamina untuk menjual premium kembali di Jamali," tegas Agung.

Nantinya, Kementerian ESDM akan memantau langsung pasokan premium agar tetap terjaga Sementara, PT Pertamina (Persero) sebagai pihak pelaksana atas penyediaan dan pendistribusian BBM Premium RON 88 tersebut.

Meski begitu, tidak semua wilayah di Jamali akan memasok premium. Pemerintah memprioritaskan terlebih dahulu lokasi penyaluran premium yang terletak di jalur tol, jalur angkot, pusat keramaian/jalur utama dan daerah yang membutuhkan.

"Tentu akan dipetakan mana yang jadi prioritas utama yang membutuhkan premium," pungkas Agung. [jin]

Komentar

x