Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 13:00 WIB

Tahun Politik, Subsidi Solar Dikerek 4 Kali Lipat

Sabtu, 2 Juni 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Tahun Politik, Subsidi Solar Dikerek 4 Kali Lipat
Menteri BUMN Rini Soemarno - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Semarang - Menteri BUMN Rini Soemarno bilang, pemerintah menetapkan kenaikan subsidi untuk BBM jenis solar dari Rp500 menjadi Rp2.000 per liter. Naik empat kali lipat, luar biasa.

Menurut Rini, kesepakatan tersebut diambil dalam rapat antara Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan, yang juga melibatkan PT Pertamina (Persero).

"Kalau dulu untuk solar dibantu pemerintah Rp500 sekarang ada tambahan Rp1.500 menjadi Rp2.000. Nah ini dengan APBN yang sekarang bisa dilakukan dengan rambu-rambu yang ada dalam UU APBN sudah dipastikan bisa," ujar Rini saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pengapon, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018).

Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan peningkatan besaran subsidi solar dilakukan dengan mempertimbangkan harga Indonesia Crude Price (ICP) sejak Januari 2018.

Nantinya, kata dia, tambahan subsidi dari pemerintah akan dibayarkan kepada Pertamina setelah realisasi penyaluran solar sepanjang 2018 selesai.

Fajar menyatakan, tambahan subsidi untuk solar tidak perlu disertakan dalam APBN-P 2018, maupun meminta persetujuan DPR. Karena, penetapan harga BBM menjadi wewenang pemerintah dengan mengacu kepada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Untuk 2018, kuota solar bersubsidi ditetapkan sebanyak 16,23 juta kiloliter (KL). Dengan penetapan kenaikan subsidi ini maka anggaran subsidi solar naik dari Rp9,3 triliun menjadi Rp32,46 triliun.

Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, penaikan subsidi solar menjadi Rp2.000/liter, sudah sesuai perhitungan bersama antara Pertamina dengan pemerintah.

"Kalau untuk solar cukup lah, kan kita sudah hitung bersama angkanya. Kita (Pertamina) ikut dalam rapat juga dengan pak (Menhub Ignasius) Jonan, bu (Menteri BUMN) Rini, dan bu (Menkeu) Sri Mulyani," kata dia.[tar]

Komentar

x