Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 00:24 WIB
 

Selama Ramadan, Impor Beras Gagal Stabilkan Harga

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 2 Juni 2018 | 17:30 WIB
Selama Ramadan, Impor Beras Gagal Stabilkan Harga
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Meskipun pemerintah menggelontorkan beras impor ke sejumlah pasar tradisional, harga beras di dalam negeri tak kunjung turun. Apalagi, sejumlah daerah sentra beras, sudah mengakhiri masa panen raya.

Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, misalnya, harga beras jenis IR 64 (medium) masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mencapai Rp11.500 per kilogram (kg). Padahal, HET ditetapkan Rp9.450 per kg.

Saiful, salah seorang pedagang, mengatakan, beras impor asal Vietnam yang digelontorkan pemerintah, tidak begitu ampuh untuk menurunkan harga beras dalam negeri. Pasalnya, akar masalah dalam hal ini adalah tata niaga pangan yang masih buruk. Rantai distribusi yang melewati banyak tangan, serta ulah oknum mafia pangan, atau pejabat terkait.

"Pemerintah mengandalkan impor untuk mengamankan pasokan beras nasional. Padahal, perbaikan kebijakan dalam negeri, bisa menjadi solusinya," kata Saiful kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Saiful, harga beras kategori medium memang perlahan turun seiring dengan masa panen dan mengalirnya beras impor ke pasaran, namun sifatnya sementara dan tidak terjadi merata penurunannya. "Harga beras di sebagian besar wilayah di Indonesia masih bertahan di atas HET," katanya.

Asal tahu saja, Indonesia melakukan tambahan impor beras untuk konsumsi masyarakat sebanyak 500 ribu ton. Tambahan jumlah impor ini menjadikan pengadaan beras dari luar negeri mencapai 1 juta ton, setelah pada 15 Januari 2018, pemerintah memutuskan impor 500 ribu ton.

Isu ini muncul setelah laporan Saigon Times pada 2 April 2018 mengungkapkan bahwa ada tambahan ekspor beras Vietnam ke Indonesia sebanyak 300 ribu ton. Nguyen Ngoc Nam, Ketua Vietnam Food Association (VFA) menjelaskan bahwa impor beras 300 ribu ton ke Indonesia merupakan transaksi ketiga sepanjang 2018.

Saigon Times juga menyebut ada tambahan 200 ribu ton beras dari Thailand untuk menggenapi jumlah impor jadi 500 ribu ton. Sehingga, secara total Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 1 juta ton. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x