Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:19 WIB
 

Jelang Mudik 2018

Menhub Budi Yakin Pilot Garuda Batal Mogok Terbang

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 4 Juni 2018 | 00:29 WIB
Menhub Budi Yakin Pilot Garuda Batal Mogok Terbang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Tangerang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak yakin pilot Garuda Indonesia Airways bakal melakukan aksi mogok terbang. Dipastikan, mudik Lebaran 2018 tidak terganggu.

"Saya yakin tidak akan ada pemogokan, mengingat para pilot adalah orang yang terdidik dan terhormat," kata Budi kepada pers saat meninjau persiapan mudik dan balik Lebaran 2018 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (3/6/2018).

Budi mengatakan, pemerintah, manajemen Garuda serta pilot, saat ini tengah mencari titik temu. "Proses komunikasi terus dilakukan dan rencananya Senin besok saya juga akan komunikasi dengan jajaran manajemen Garuda serta para pilot," kata Budi.

Budi yakin bakal segera mencapai titik temu yang mengakomodir kepentingan seluruh pihak. Tentu saja tanpa harus terjadi aksi mogok terbang yang jelas-jelas merugikan konsumen.

Vice President Corporate Secretary and Investor Relations, PT Garuda Indonesia (Persero), Hengki Heriandono mengatakan, pihak manajemen menjamin penumpang Garuda tetap bisa terbang saat musim mudik dan balik.

"Sekalipun ada ancaman mogok dari sejumlah pilot Garuda tapi proses negosiasi tetap berjalan, dan kami menjamin tidak akan ada gangguan penerbangan," kata Hengki.

Dia memastikan, negosiasi antara manajemen Garuda Indonesia dengan Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang difasilitasi Kementerian Kemaritiman dan Kementerian Perhubungan, terus berjalan.

Dikatakan bahwa pemerintah tak ingin ada pemogokan karena akan merugikan masyarakat dan merusak reputasi internasional perusahaan ini.

Hengki meminta pengguna Garuda tenang dan tidak mengkhawatirkan penerbangan bakal terganggu karena negosiasi yang difasilitasi pemerintah terus berjalan dan menuju hasil positif.

Kendati begitu, Hengki mengakui, ancaman mogok dari kalangan pilot Garuda beberapa waktu lalu, sempat menimbulkan keresahan di kalangan penumpang Garuda. Ye, mereka Khawatir tak bisa pulang kampung.

Sekedar mengingatkan, asosiasi Pilot Garuda (APG) bersama Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) kompak mengancam mogok terbang.

Mereka mendesak pemerintah merombak jajaran direksi Garuda yang dinilai gagal. Ya, karena maskapai penerbangan pelat merah ini menderita kerugian yang cukup jumbo. Mencapai Rp2,88 triliun pada 2017. Pihak APG dan Sekarga memberikan deadline sebulan terhitung sejak 2 Mei 2018.

Dan, aksi mogok terbang ini, disebut APG dan Sekarga sebagai upaya penyelamatan Garuda. Agar tak bernasib seperti Merpati yang bankrut lantaran utang besar. [tar]

Komentar

 
x