Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:15 WIB

KLHK Dipuji ASEAN Dalam Pencegahan Karhutla

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 4 Juni 2018 | 21:14 WIB
KLHK Dipuji ASEAN Dalam Pencegahan Karhutla
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) - (Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendapat apresiasi atas keberhasilannya dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Indonesia dinilai berhasil dalam pencegahan, peningkatan kesiapan, dan mitigasi karhutla yang tercermin dari turunnya jumlah hotspot sejak 2016.
Hal ini merupakan hasil upaya bersama, sesuai arahan khusus Presiden Joko Widodo dalam forum rapat koordinasi pencegahan karhutla yang setiap tahun digelar.

Apresiasi tersebut disampaikan negara-negara peserta pertemuan Technical Working Group (TWG) on Transboundary Haze Pollution yang dilanjutkan dengan Pertemuan The Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution di Bangkok, Thailand pada 31 Mei-1 Juni 2018.

Pertemuan TWG/MSC 2018, merupakan pertemuan ke-20 yang dihadiri para menteri atau perwakilan yang bertanggung jawab atas lingkungan, untuk lahan kebakaran hutan dan kabut asap, yaitu dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta Sekretariat ASEAN.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, sekaligus Ketua Delegasi Indonesia dalam TWG, Raffles B Panjaitan, menyampaikan, saat ini, terjadi perubahan paradigma dalam penanganan karhutla di Indonesia.

Semula, prioritas kepada pemadaman saat fase krisis. Namun setelah 2015, mengutamakan aspek-aspek pencegahan. "Kejadian kebakaran 2015 menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa upaya pencegahan sangat penting dalam pengendalian karhutla. Oleh karena itu, pasca peristiwa itu kami menekankan untuk melakukan pencegahan karhutla sejak dini untuk meminimalisir terjadinya karhutla yang besar yang berdampak pada kabut asap," kata Raffles dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Kata Rafffel, masing-masing negara menyampaikan perkembangan kondisi karhutla, serta kondisi asap sebagai dampak karhutla. Hasil pertemuan TWG ini, menjadi bahan dalam pertemuan MSC yang merupakan pertemuan tingkat menteri masing-masing negara.

Dalam pertemuan MSC, hadir mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yakni Plt Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim yang juga Ketua Delegasi RI, IB Putera Parthama.

Putera menyampaikan, Indonesia terus mengajak kepada negara-negara anggota ASEAN untuk terus meningkatkan kemampuan National Monitoring Centre masing-masing negara agar dapat berkontribusi dan menjalankan peran sentralnya dalam monitoring dan assessment terhadap asap lintas batas.

Para menteri lima negara yang hadir pada pertemuan MSC, sepakat akan tetap waspada dan terus memantau, serta meningkatkan upaya pencegahan karhutla. Meminimalkan kemungkinan terjadinya kabut asap lintas batas selama periode musim kering.

Para menteri menegaskan kembali kesiapsiagaannya untuk memberikan bantuan, seperti dukungan sumber daya teknis pemadaman karhutla pada situasi tanggap darurat. Mereka juga siap bekerja sama sesama anggota ASEAN, saling berkoordinasi untuk mengurangi karhutla, jika diminta oleh suatu negara.

Pertemuan ke-20 Technical Working Group dan Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (TWG/MSC 20) menghasilkan tiga keputusan penting, yaitu:

Pertama, menyepakati untuk terus mendukung Indonesia dalam hal pendirian ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) yang saat ini tengah dalam proses finalisasi establishment agreement.

Kedua, menyepakati usulan Indonesia agar mid-term review atas ASEAN HazeFree Roadmap 2020 dilakukan dengan menggunakan Haze Fund yang memerlukan persetujuan negara anggota ASEAN untuk memastikan objektivitas dan netralitas konsultan pelaksana.

Ketiga, menyepakati usulan Indonesia untuk menunggu input paling lambat akhir Juni 2018 dari AMS yang tidak hadir dalam TWG/MSC 20 atas paper Streamlining of Haze Related Meetings sebelum dilaporkan pada COM/COP-14.

Sementara, Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada Minggu (3/6/2018), pukul 20.00 WIB. Berdasarkan satelit NOAA terpantau
lima titik, empat titik di Aceh dan satu titik di Sumatera Selatan. Sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA (NASA), terpantau satu hostpot di Kalimantan Barat. [ipe]

Tags

Komentar

Embed Widget

x