Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:57 WIB

Perpres SPBU Jamali Wajib Jual Premium, Sah

Selasa, 5 Juni 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

Perpres SPBU Jamali Wajib Jual Premium, Sah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo telah meneken Perpres 43/2018 tentang Perubahan Perpres 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan laman Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (4/6/2018), menyebutkan bahwa Perpres 43/2018 yang mengatur bahwa BBM jenis bensin(premium/gasoline) RON minimum 88 wajib tersedia di SPBU-SPBU wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

"Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin menteri yang mengoordinasikan bidang perekonomian, menteri dapat menetapkan distribusi BBM jenis bensin (gasoline) RON minimum 88 di wilayah penugasan yang dikecualikan. Sebagaimana dimaksud dalam ayat 3, bunyi pasal 3 ayat (4) Perpres yang ditandatangani Presiden pada 24 Mei 2018 tersebut."

Sebelumnya, pasal 3 ayat 3 disebutkan, wilayah penugasan distribusi BBM jenis bensin (gasoline) RON minimum 88, adalah meliputi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kecuali Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi DI Yogyakarta, dan Provinsi Bali.

Dengan Perpres tersebut, meski Jamali tidak termasuk ke dalam Wilayah Penugasan, namun Jamali tetap bisa mendapatkan alokasi premium yang berstatus penugasan. Asalkan disetujui oleh hasil rapat bersama Menko Perekonomian dan disetujui menteri terkait.

"Instruksi Presiden sudah jelas. Presiden ingin kebutuhan masyarakat akan premium terpenuhi di semua wilayah Indonesia. Jadi, Menteri ESDM menugaskan kepada Pertamina untuk menyediakan premium di Jamali," tegas Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, Kamis (31/5/2018).

Menindaklanjuti Perpres tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan pada 28 Mei 2018, telah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Bali.

Dalam Kepmen itu, Jonan menetapkan Provinsi DKI Kota Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Bali, sebagai wilayah penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM Khusus Penugasan.

"Penyediaan dan pendistribusian jenis BBM Khusus Penugasan dilaksanakan oleh badan usaha berdasarkan penugasan dari Badan Pengatur (BPH Migas)," demikian bunyi Kepmen.

Kepmen itu juga menyatakan, Badan Pengatur menetapkan ketentuan lebih lanjut mengenai lokasi dan alokasi volume penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM Khusus Penugasan.

Dengan adanya Perpres tersebut, Kementerian ESDM memperkirakan, BBM jenis Premium akan kembali tersedia di 571 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jamali, sebelum Lebaran 2018.

Sementara, penyaluran premium untuk SPBU-SPBU lainnya, dilakukan secara bertahap. Berdasarkan data BPH Migas, saat ini, terdapat 1.926 SPBU di wilayah Jamali yang sudah tidak menjual premium. [tar]

Komentar

x