Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:47 WIB

Gardu Tanjung Satukan Sistem Setrum Kaltim-Kalsel

Selasa, 5 Juni 2018 | 05:06 WIB

Berita Terkait

Gardu Tanjung Satukan Sistem Setrum Kaltim-Kalsel
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Balikpapan - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN) menyatukan jaringan kelistrikan Sistem Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan Sistem Barito di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Penyatuan ini bisa terwujud melalui Gardu Induk PLN di Tanjung, Kalimantan Selatan. "Tepat pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah pada 1 Juni lalu, kami mencapai sinkronisasi di Gardu Induk di Tanjung," kata General Manger PLN Kaltim dan Kaltara Riza Novianto Gustam di Balikpapan, Senin (4/6/2018).

Penggabungan kedua sistem itu membuat PLN memiliki daya mampu hingga 2.000 Mega Watt (MW) di kedua provinsi. Lebih dari cukup untuk melayani sekitar 2juta pelanggan. Pada 1 Juni, beban puncak Sistem Kalimantan, tercastat mencapai 960MW.

Menurut Riza, penggabungan kedua sistem kelistrikan berarti penghematan. Karena, sejumlah pembangkit berbahan bakar minyak solar, atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bisa diistirahatkan.

Selanjutnya, PLN hanya mengaktifkan pembangkit-pembangkit tenaga uap yang berbahan bakar batubara. "Di Kaltim kita standby-kan PLTD dan gantinya dapat pasokan 30 MW dari Sistem Barito," katanya.

Produksi listrik dengan menggunakan PLTD bisa mencapai Rp3.000 per kwh, sementara listrik dari turbin yang digerakkan uap rebusan air dengan batu bara hanya Rp300 per kwh.

Informasi saja, WH atau watt hour atau watt per jam, merupakan satuan produksi dan konsumsi energi listrik. Sistem Kalimantan membantu melistriki dengan lebih murah wilayah Kalimantan Timur, di antara Sistem Mahakam dan Sistem Barito, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser.

Kedua daerah itu didukung pasokan dari Sistem Barito, selain mendapat pasokan dari PLTU Kariangau di Sistem Mahakam. Kabel listrik tegangan tinggi dipasang membentang di atas Teluk Balikpapan, tempat di mana Jembatan Pulau Balang dibangun. "Pada 2020 kami targetkan Berau dan Kalimantan Utara juga bergabung dengan Sistem Kalimantan, termasuk juga hingga Kalimantan Barat," kata Riza.

Berau adalah wilayah paling utara di Provinsi Kalimantan Timur, masih terpisah dari Sistem Mahakam yang baru mencapai Sangatta. Sistem Mahakam melayani beban puncak hingga 392MW, sementara daya mampunya mencapai 570MW. [tar]

Komentar

x