Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 05:48 WIB
 

Inilah Pemicu Subsidi Solar Naik di RAPBN 2019

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 5 Juni 2018 | 16:01 WIB
Inilah Pemicu Subsidi Solar Naik di RAPBN 2019
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengusulkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp1.500-2.000/liter dalam RAPBN 2019.

Sedangkan untuk kuota Solar subsidi, KESDM mengusulkan ssebesar 16,17-16,53 juta kilo liter (kl). "Pada APBN 2017 subsidi Solar Rp 500/liter dan APBN 2018 sama Rp 500/liter. Kami usulan RAPBN 2019 Rp 1.500-2.000/liter," kata Jonan dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR, Selasa (5/6/2018).

Menurut Jonan, penambahan besaran subsidi tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan indikator migas, yakni harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan nilai tukar rupiah.

Namun, dalam raker ini pada saat mempertegas alasan kenaikan anggaran subsidi untuk solar, Jonan enggan mengungkap dengan gamblang. "Oh nanti masih dibahas ya," kata Jonan sembari nyelonong masuk ke ruang sekretariat rapat Komisi VII DPR.

Jonan lebih lanjut memaparkan Namun untuk subsidi listrik dalam RAPBN 2019, Jonan menjelaskan sekitar Rp53,96-58,89 triliun. Besarnya subsidi itu dengan tersebut dengan mempertimbangkan harga batu bara acuan (HBA) US$ 70/ton bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.

"Untuk RAPBN 2019, kami usulkan Rp 53-58 triliun dengan asumsi adanya ICP US$ 60 per barel walaupun memang konsumsinya rendah," ujar dia. [hid]

Komentar

x