Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 19:02 WIB

Menteri Jonan Usulkan ICP US$70 per Barel

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 5 Juni 2018 | 16:27 WIB

Berita Terkait

Menteri Jonan Usulkan ICP US$70 per Barel
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan usul harga minyak Indonesia Crude Price/ICP pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar USD60-70 per barel.

Angka ini menunjukan kenaikan. Dalam APBN 2018 ICP ditetapkan sebesar US$48/barel. Sementara rata-rata ICP periode Januari-Mei 2018 sebesar US$65,8/barel.

"Menjadi satu tantangan estimasi penetapan ICP. Faktornya banyak sekali, termasuk faktor di luar faktor ekonomi supply demand, ada kegiatan perundingan Semenanjung Korea, Iran dan lain-lain," kata Jonan saat raker dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Jonan mengatakan, asumsi ICP ini juga melihat berkaitan pemulihan pertumbuhan ekonomi global. Hal ini akan berdampak pada peningkatan permintaan energi termasuk minyak mentah dunia.

Namun, Jonan usulan asumsi makro untuk ICP ini masih perlu pendalaman lebih dengan Komisi VII DPR-RI karena pergerakannya ICP dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Karena banyak tantangan di luar faktor ekonomi ada Semenanjung Korea, Iran, dan sebagainya," kata Jonan.

Sementara untuk target lifting minyak dan gas bumi dalam RAPBN 2019 sekitar 1.932-2.105 ribu barel setara minyak per hari. Rinciannya lifting minyak sebesar 722-805 ribu barel per hari serta lifting gas sebesar 1.210-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

Dalam APBN 2018 lifting migas ditetapkan 2.000 ribu barel setara minyak per hari. Sementara realisasi hingga akhir Mei kemarin mencapai 1.916 ribu barel setara minyak per hari. [hid]

Komentar

x