Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:35 WIB

RI Bisa Ekspor Ayam dan Telur, Kenapa Harga Naik?

Oleh : - | Rabu, 6 Juni 2018 | 03:29 WIB
RI Bisa Ekspor Ayam dan Telur, Kenapa Harga Naik?
Menteri Pertanian Amran Sulaiman - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman bilang, tidak ada alasan bahwa harga daging ayam dan telur mengalami kenaikan. Karena, produksi sudah lebih dari cukup, bahkan ada yang diekspor.

"Ayam dan telur dulu sempat ada kenaikan tetapi sekarang mulai turun, tidak ada lagi alasan untuk naik," kata Amran kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Amran mengingatkan, tahun lalu, ketika tidak ada ekspor produk ayam dan telur dari Indonesia, harga relatif stabili alias tidak ada kenaikan.

Lantaran itulah, Amran menegaskan, saat ini, di mana Indonesia berhasil ekspor produk olahan daging ayam, seharusnya harga bisa terjaga. Untuk itu, berbagai pihak yang bergerak di bidang perdagangan komoditas ayam dan telur, diharapkan bisa menjaga harga.

Sebagai informasisaja, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan tarif tiket angkutan udara berdampak pada tingkat inflasi Mei 2018 yang tercatat sebesar 0,21 persen.

"Komoditas bahan makanan yang menyebabkan inflasi adalah daging ayam ras dengan andil 0,07 persen, telur ayam ras dengan andil 0,06 persen, ikan segar dengan andil 0,03 persen dan bawang merah dengan andil 0,02 persen," ujar Kecuk di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Meski demikian, terdapat kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga dan ikut menekan inflasi pada Mei yaitu cabai merah, bawang putih, beras dan cabai rawit.

Sebelumnya, Amran sudah meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Pangan, menelusuri potensi kartel ayam yang menjadi pemicu tingginya harga daging dan telur ayam, beberapa waktu ini. "Kami minta Satgas Pangan sinergi, karena selalu ada cerita kartel. Kami minta beri sanksi yang seberat-beratnya," kata Amran.

Amran menjelaskan, seharusnya harga daging dan telur ayam stabil bahkan menurun karena produksi melebihi kebutuhan nasional, bahkan Indonesia telah mengekspor daging ayam olahan ke Jepang. [tar]

Komentar

Embed Widget

x