Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:36 WIB

Ini Alasan Pengusaha Telur Ayam Ngotot Kerek Harga

Oleh : - | Rabu, 6 Juni 2018 | 10:10 WIB
Ini Alasan Pengusaha Telur Ayam Ngotot Kerek Harga
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Solo - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), memprediksikan. harga telur ayam masih akan terus naik seiring tingginya operasional pengiriman.

"Prediksi kami kenaikan ini karena adanya kebijakan mengenai larangan beroperasinya angkutan berat saat Lebaran," kata Penasehat Pinsar Pusat, Robby Susanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/6/2018).

Robby mengakui, untuk kendaraan transportasi yang mengangkut kebutuhan pokok memang dikecualikan. Meski demikian, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk satu kali jalan atau pada saat pengiriman barang. "Sedangkan setelah barang dikirim kendaraan tidak boleh dioperasikan lagi ke arah kembali. Padahal kami kan masih membutuhkan armada tersebut untuk mengangkut lagi," kata Robby.

Ia mengatakan, akibat kondisi tersebut biaya operasional yang dikeluarkan oleh para distributor menjadi lebih tinggi. "Mau tidak mau kan kami harus menyediakan armada lain untuk pengiriman barang. Kondisi inilah yang menurut kami akan memberikan dampak pada kenaikan harga telur ayam," kata Robby.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, Bandoe Widiarto mengatakan, TPID bakal menindaklanjutinya kemungkinan tersebut, bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait. "Kondisi ini harus segera dicarikan solusi, karena kalau tidak akan berpotensi menaikkan inflasi di Kota Solo pada saat Lebaran," katanya.

Ia berharap, angka inflasi pada saat Lebaran di Kota Solo akan terkendali seperti halnya inflasi pada Mei 2018 berada di level 0,04%. [tar]

Komentar

Embed Widget

x