Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:14 WIB

Anggaran Pendidikan Besar, SDM Jeblok, Ani Ngeles

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 7 Juni 2018 | 04:19 WIB
Anggaran Pendidikan Besar, SDM Jeblok, Ani Ngeles
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Laporan triwulanan Bank Dunia menyebut, Indonesia masih memiliki kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum baik.

Di sisi lain, Bank Dunia menilai bahwa anggaran untuk pendidikan di Indonesia, sudah cukup besar. Alokasinya mencapai 20% dari total APBN. Dan, World Bank Country Director untuk Indonesia, Rodrigo Chaves, mengatakan, ada dua defisit besar yang harus diatasi oleh Pemerintah Indonesia. Pertama, defisit infrastruktur. Kedua, defisit modal manusia, yang disebut sebagai faktor penentu kemajuan bangsa di masa depan.

Menanggapi paparan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tak mau disalahkan. Terkait kurang optimalnya anggaran pendidikan yang jumbo, sementara kualitas SDM dan pendidikan masih jeblok, dia bilang begini.

"Seperti yang saya bilang tadi masalah pendidikan ini diatur dan dilaksanakan oleh banyak instansi maupun pemerintahan. Oleh karena itu dari sisi tanggung jawab memang harus dilakukan secara kolektif, ditingkat pusat saja paling tidak 3 kementerian, yakni Kementerian Ristekdikti, Kemendikbud dan kemudian Kementrian Agama, itu semua punya anggaran yang berhubungan dengan pendidikan," kata Sri Mulyani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, 13 tahun sejak pertama kali menjabat Menteri Keuangan, permasalahan pembiayaan pendidikan masih begitu-begitu saja. Padahal, jumlah anggaran yang dikucurkan untuk pendidikan sudah meningkat hingga 14 kali lipat selama 13 tahun terakhir.

"Namun kalau kita lihat dari Rp444 triliun tahun ini 2/3 adalah dilakukan di daerah dan di daerah ini apa yang disebut sebagai keharusan membayarkan pendidikan yang penuh, sebagian besar adalah untuk membayar guru dan guru ini termasuk gaji dan tunjangan yang kualitasnya masih perlu diperbaiki," kata Ani.

"Jadi pertama tentu saja kualitas guru dan kualitas tunjangannya sehingga betul-betul mencerminkan kebutuhan mereka untuk bisa memberikan pengajaran yang baik. kedua tentu saja yang disampaikan efektifitas mereka belajar di kelas," tambah Sri Mulyani.

Dengan besarnya peningkatan anggaran pendidikan ini, Menkeu memandang persoalan utama bukan pada sektor pembiayaan. Melainkan tata kelola dan strategi para pelaku pendidikan masih bermasalah.

"Ini juga satu yang perlu kita lihat sebagai salah satu persoalan yang komplit sehingga kita sebagai negara bisa membuat strategi pembangunan SDM terutama terkait dengan tantangan yang muncul apakah itu industrialisasi, teknologi yang berubah dan juga keterbukaan informasi," katanya. [ipe]

Komentar

x