Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:34 WIB

Kurangi Impor Garam, CIPS Sarankan Ini

Oleh : - | Jumat, 8 Juni 2018 | 09:09 WIB
Kurangi Impor Garam, CIPS Sarankan Ini
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah seharusnya fokus meningkatkan kapasitas petani garam di dalam negeri. Sehingga, pemenuhan kebutuhan garam untuk industri tak perlu impor.

Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Hizkia Respatiadi, mengatakan, kebijakan impor garam untuk bahan baku industri di dalam negeri, tidak lepas dari belum mampunya petani garam lokal memenuhi kebutuhan industri tersebut.
Selain itu, harga garam lokal juga lebih mahal dibanding garam impor.

"Oleh karena itu pemerintah sebaiknya juga mengupayakan berbagai kegiatan untuk peningkatan kapasitas mereka dalam bertani garam. Diharapkan ke depannya hasil produksi garam lokal juga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan industri dan pasar mereka makin luas tidak hanya untuk konsumsi saja," kata Hizkia di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Menurut Hizkia, harga garam lokal cenderung lebih mahal serta kualitasnya juga lebih rendah dibanding garam impor. Garam industri, sekurang-kurangnya harus mengandung 96% natrium klorida. Syarat ini belum bisa dipenuhi garam lokal.

Beberapa langkah yang bisa diambil pemerintah adalah memperkenalkan teknologi bercocok tanam secara teori maupun praktek, pelibatan Iptek dan membuka kesempatan kepada para petani untuk belajar langsung ke negara-negara produsen garam besar di dunia.

Selain itu, pemerintah juga seharusnya bisa memaksimalkan peran penyuluh pertanian supaya mereka bisa memberikan pendampingan kepada para petani.

"Tidak jarang penyuluh pertanian sulit ditemui karena satu penyuluh seringkali harus bertanggung jawab atas beberapa desa. Padahal peran mereka sangat penting untuk pendampingan dan transfer ilmu," ujar Hizkia.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, kebutuhan garam industri untuk 2018 mencapai 3,7 juta ton. Industri yang membutuhkan jumlah garam terbesar adalah petrokimia sebanyak 1,78 juta ton, diikuiti industri pulp dan kertas sebanyak 708,5 ribu ton.

Selain itu, industri pangan membutuhkan garam industri sebanyak 535 ribu ton. Selain itu masih ada sederet industri yang membutuhkan pasokan garam industri, seperti pengasinan ikan, kosmetik, tekstil, sabun dan deterjen, pakan ternak, penyamakan kulit, pengeboran minyak dan lain-lain. [tar]

Komentar

x