Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:36 WIB

Ini Bukti Pertamina Kuasai Sektor Migas Nasional

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 8 Juni 2018 | 11:05 WIB
Ini Bukti Pertamina Kuasai Sektor Migas Nasional
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menilai PT Pertamina telah memiliki beberapa keunggulan untuk menjadikan perusahaan ini sebagai tuan rumah dalam pengelolaan sektor migas nasional.

Sejak tahun 2017, pemerintah telah menetapkan pengelolaan 12 Wilayah Kerja (WK) terminasi untuk Pertamina. 12 WK terminasi itu terdiri dari blok Offshore North West Jawa, blok Mahakam, blok Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering. Terakhir, Blok Jambi Merang dan Raja/Pendopo baru saja diberikan bulan lalu.

"Dengan begitu ini memenuhi juga komitmen pemerintah dan janji presiden waktu kampanye, akan menjadikan operator dalam negeri itu tuan rumah dalam produksi hulu migas," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dalam Konferensi Pers yang dilangsungkan di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Sementara itu di sisi hilir, pada tahun ini, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Peraturan ini menyebutkan terkait Penambahan alokasi Premium penugasan untuk Wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pemerintah sadar, penambahan alokasi premium sebanyak 4,3 juta KL ini menjadi tugas yang tidak mudah bagi Pertamina (Persero) sebagai pihak pelaksana atas penyediaan dan pendistribusian BBM jenis Premium.

Namun, Jonan mengungkapkan, banyaknya jumlah WK yang dikelola oleh Pertamina ini menjadi salah satu kompensasi dari penambahan alokasi Premium penugasan yang harus didistribusikan Pertamina. Diprediksi, pengelolaan 12 wilayah kerja oleh Pertamina ini akan meningkatkan kontribusi Pertamina dalam pengelolaan migas nasional. Sebelumnya, pada tahun 2017 persentase produksi Pertamina terhadap total produksi di Indonesia adalah sebesar 23%, namun untuk saat ini telah bertambah menjadi sekitar 36 dan sekitar 39% pada 2019 nanti, seiring dengan dikelola penuhnya blok terminasi yang dialihkelola ke Pertamina. "Kalau saat ini mungkin menjadi 36%," ungkap Jonan seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Untuk awal tahun depan sendiri, Jonan menguraikan, masih terdapat 2 blok yang akan diserahkan yakni Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo. Peningkatan peranan Pertamina terhadap produksi di sektor migas secara nasional sebesar 2 kali lipat ini, menjadikan tantangan tersendiri agar Pertamina terus menjaga jumlah produksi migasnya.

"Nah ini tantangan juga untuk pertamina bahwa Pemerintah sudah mempercayakan 40%, kalau Pertamina produksinya turun, maka produksi nasional pasti bisa terganggu. Karena sudah besar sekali, bukan 20 lagi tapi 40%," ujar Jonan.

Selain himbauan untuk terus meningkatkan produksi, Jonan juga menekankan pentingnya kegiatan eksplorasi migas (untuk menemukan cadangan-cadangan baru). Tercatat bahwa penemuan eksplorasi yang besar terakhir kali dilaksanakan oleh Pertamina adalah Sumur Jati Barang. "Yang penting itu eksplorasi harus jalan," tutur Menteri Jonan.

Komentar

Embed Widget

x