Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:50 WIB

Blok Jambi Merang Sumbang Kas Negara Terbesar

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 10 Juni 2018 | 17:14 WIB

Berita Terkait

Blok Jambi Merang Sumbang Kas Negara Terbesar
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Skema gross spilt pada kontrak bagi hasil minyak dan gas (migas) diklaim mampu menyumbang keuangan negara sebesar US$ 63,2 juta atau sekitar Rp847 miliar (asumsi nilai tukar rupiah Rp13.400 per dolar AS).

Penerimaan tersebut didapatkan dari pembayaran bonus tanda tangan (Signature Bonus) kegiatan eksplorasi oleh 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang diperoleh sebelum kegiatan eksplorasi berlangsung.

"Tidak perlu diragukan lagi. Kontribusi gross split dari 20 lapangan migas mampu menambah keuangan negara sebesar Rp 847 miliar," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Arcandra mengatakan, blok Jambi Merang merupakan penyokong kas negara terbesar, yaitu senilai US$ 17.298.000 atau Rp 231 miliar. Dan disusil blok Sanga-sanga dan South East Sumatera masing-masing menyumbang US$ 10.000.000 atau Rp 134 miliar.

"Sementara blok lainnya berkisar antara US$ 500 ribu hingga US$ 1 juta," kata dia.

Selain Signature Bonus, negara juga berpotensi mendapatkan investasi yang dilakukan oleh kontraktor melalui Komitmen Kerja Pasti. Komitmen ini disepakati untuk peningkatan cadangan dan produksi dalam periode lima tahun pertama yang disetujui SKK Migas.

Secara keseluruh dari 20 blok migas dengan sistem kontrak mendapat komitmen pasti sebesar US$ 989.867.000 atau setara Rp 13,2 triliun. Komitmen kerja pasti terbesar ada pada blok Jambi Merang sebesar US$ 239.300.000.

"Ini komitmen pasti terbesar sepanjang Republik ini. Terima kasih kepada Pertamina," kata Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto.

Keberhasilan meningkatkan keuangan negara tak lepas dari upaya Pemerintah mengeluarkan sejumlah regulasi yang lebih menguntungkan keuangan negara. Salah satunya melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2018 yang memuat penghapusan batas atas signature bonus dari sebelumnya yang dipatok pada angka US$ 250 juta.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah sebelumnya telah mengatur komponen dalam menentukan besaran bagi hasil migas antara negara dan kontraktor yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 53 Tahun 2017 sebagai revisi dari Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2017 terkait Skema Gross Split.

Penerimaan negara dalam kontrak gross split ini terdiri atas bagian negara, bonus-bonus dan pajak penghasilan kontraktor. Selain penerimaan negara, Pemerintah memperoleh pajak tidak langsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. [jin]

Komentar

Embed Widget
x