Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 22:42 WIB

Impor Minyak Sawit, Total Digeruduk Petani Prancis

Senin, 11 Juni 2018 | 18:09 WIB

Berita Terkait

Impor Minyak Sawit, Total Digeruduk Petani Prancis
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Paris - Petani-petani Prancis memblokade kilang minyak dan depot bahan bakar pada Minggu malam (10/6/2018) sebagai protes atas rencana Total menggunakan minyak sawit impor.

Rencananya, pabrik bahan bakar nabati (biofuel) milik Total akan mengolah minyak sawit. Hal inilah yang memicu perlawanan dari petani yang menilainya sebagai persaingan tidak sehat.

Depot bahan bakar Vatry di wilayah Marne di Prancis bagian timur laut, adalah yang pertama diblokir. Sedikitnya 100 petani membangun barikade dari traktor-traktor dan gundukan puing-puing, demikian disampaikan juru bicara serikat petani FNSEA kepada Reuters.

"Setidaknya, ada lima lokasi yang akan diblokir pada minggu malam. Hingga Senin, totalnya 13 lokasi yang telah diblokir," kata Christiane Lambert, Presiden FNSEA.

Perusahaan minyak dan gas Prancis, Total, yang mengoperasikan lima kilang dan sembilan depot bensin di Prancis, mengatakan pada Minggu malam bahwa para petani telah berkumpul di dua depot dan pihaknya telah mengambil langkah-langkah bersama dengan pihak berwenang, untuk membatasi gangguan-gangguan.

Perusahaan mendesak para pembeli agar tidak terburu-buru ke pompa bensin untuk mengisi tangki kendaraan mereka, yang dapat memicu pembelian panik dan kekurangan.

Otoritas Prancis bulan lalu memberikan izin kepada Total untuk menggunakan minyak sawit sebagai salah satu bahan baku di kilang bahan bakar nabatinya, La Mede, di Prancis selatan, membuat marah para petani yang telah mengembangkan tanaman penghasil minyak lokal seperti "rapeseed" dan para penggiat lingkungan hidup yang menyalahkan bahwa budidaya kelapa sawit telah menyebabkan penggundulan hutan atau deforestasi di Asia Tenggara.

Rapeseed adalah beberapa kelompok tumbuhan marga Brassica yang dibudidayakan untuk diambil minyak dari bijinya. Biasanya yang dimaksud adalah rapa (Brassica napus kelompok Oleifera), yang dalam literatur ilmiah disebut "oilseed rape" atau "Swede rape".

Para pemrotes mengatakan, blokade yang pada tahap awal dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, bertujuan untuk menekan pemerintah membatasi penggunaan minyak sawit di La Mede dan untuk mengatasi keluhan lainnya seperti impor daging Amerika Selatan.

"Target kami adalah negara," kata Lambert dari FNSEA, menambahkan bahwa keputusan Total tentang minyak sawit adalah masalah terbaru dalam serangkaian masalah, yang membuat situasi tidak mungkin untuk diterima.

Kekurangan bahan bakar tidak diharapkan sebagai akibat dari blokade, mengingat jaringan cadangan bahan bakar darurat Prancis dan dengan tidak adanya aksi simpati oleh para pekerja sektor bahan bakar.

Minyak sawit lebih murah daripada minyak rapeseed sebagai bahan baku untuk biodiesel, dan petani-petani Prancis mengatakan penggunaannya yang semakin meningkat telah menambah kerugian daya saing mereka yang telah berlangsung lama akibat tingginya pajak dan peraturan lingkungan yang ketat di Prancis.

Total berpendapat, rencana pemurniannya menggunakan lebih sedikit minyak sawit daripada yang diizinkan oleh pihak berwenang, menawarkan jalan keluar bagi rapeseed lokal serta akan mengembangkan daur ulang besar-besaran minyak dan lemak bekas.

Minyak sawit telah banyak dikritik di Eropa atas kerusakan lingkungan dan beberapa anggota parlemen menekan untuk sebuah pelarangan penggunaannya dalam pembuatan bahan bakar nabati, sebagai bagian dari target energi Uni Eropa yang baru.

Masalah ini telah menyebabkan gesekan dengan Indonesia dan Malaysia, dua produsen minyak sawit terbesar dunia, dengan pejabat-pejabat Malaysia memperingatkan dampak perdagangan yang dapat mempengaruhi kesepakatan potensial untuk membeli jet-jet tempur Prancis.

Protes kilang di Prancis juga menggambarkan sebuah hubungan suram antara para petani di produsen pertanian terbesar di Uni Eropa itu dengan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Banyak petani menyambut seruan presiden untuk harga-harga lahan pertanian yang lebih adil sebagai bagian dari tinjauan rantai makanan tahun lalu, tetapi mereka telah dibuat marah oleh upaya Macron untuk menghapus secara bertahap penggunaan obat-obatan pembunuh rumputan-rumputan glifosat sebelum negara-negara Uni Eropa lainnya. [tar]

Komentar

x