Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:39 WIB

AHY: Sedikit Saja Guncangan, Ekonomi Jokowi Bahaya

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 11 Juni 2018 | 12:54 WIB
AHY: Sedikit Saja Guncangan, Ekonomi Jokowi Bahaya
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setahun terakhir, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) blusukan ke ratusan kabupaten/kota di 22 provinsi se-Indonesia. Hasilnya, banyak aspirasi wong cilik yang tak sampai ke pusat.

"Suara-suara itu lebih jujur dan apa adanya karena tidak dibuat-buat serta tidak bermuatan kepentingan golongan semata," kata AHY yang juga Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat dalam siaran pers, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Kemudian, dia juga bertemu dengan berbagai komunitas dan lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, peternak, buruh, pedagang pasar, pelaku UMKM, ibu-ibu rumah tangga, anak-anak muda, dan lainnya.

Dari berbagai kunjungan itu, jelas AHY, setidaknya ada dua persoalan utama ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, yaitu persoalan daya beli masyarakat dan lapangan kerja. Daya beli masyarakat saat ini menurun karena berpenghasilan rendah dan kurang mampu. Di sisi lain, harga-harga kebutuhan naik secara signifikan.

Persoalan ini, lanjutnya, tentu harus mendapatkan perhatian yang serius. Terlebih, data menyebut sebanyak 28 juta masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, hampir 70 juta orang dinyatakan rentan atau rawan miskin. Total jumlah masyarakat miskin dan rawan miskin ini setara dengan hampir 40 persen populasi Indonesia.

"Guncangan ekonomi sedikit saja, akan mendorong mereka ke jurang kemiskinan yang lebih dalam," kata AHY.

Terkait persoalan lapangan kerja, kata AHY, secara kuantitas lapangan kerja yang tercipta setiap tahunnya belum bisa mengimbangi jumlah pencari kerja baru. Indonesia juga masih punya pekerjaan rumah yang cukup besar karena lebih dari 50 juta orang angkatan kerja Indonesia berpendidikan sekolah dasar sehingga tak mudah bagi angkatan kerja Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi global.

Masyarakat Indonesia, sambungnya, juga dikhawatirkan oleh isu maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA). "Kami tidak anti asing, tapi kita tidak terima jika rakyat dikalahkan, dinomorduakan atau hanya jadi penonton di negeri sendiri" ujarnya.

AHY dalam kesempatan ini mengajak semua elemen masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Mengingat kembali hakikat hidup manusia sebagaimana yang tercermin dalam Al-Quran "Khoirunnas Anfauhum Linnas", yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

"Tidak sepatutnya, kita hanya duduk membahas permasalahan tapi tidak memikirkan jalan keluarnya. Sekali lagi jangan diam! Do something!" tegas AHY. [ipe]

Komentar

Embed Widget

x