Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:21 WIB

Wamenkeu Harap Program UMi Jadi Fondasi Ekonomi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 11 Juni 2018 | 19:09 WIB
Wamenkeu Harap Program UMi Jadi Fondasi Ekonomi
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah optimistis Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) berbunga rendah yang distribusinya melibatkan sejumlah kementerian, bisa menjadi fondasi kemandirian ekonomi masyarakat hingga tingkat terbawah.

Pembiayaan UMi ini adalah program bantuan pembiayaan yang dianggarkan pemerintah bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini tidak terlayani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan paling banyak Rp10 juta per nasabah.

"Pembiayaan UMi dijalankan seiring pengembangan pembiayaan usaha ultra mikro melalui pembentukan bank wakaf mikro atau lembaga keuangan mikro syariah di berbagai daerah. UMi diharapkan mampu menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi masyarakat," tutur Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Jumlah usaha mikro di lapisan ini cukup signifikan, mencapai lebih dari 44 juta usaha, atau 72,1% dari jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara nasional. Untuk menjangkau target usaha ultra mikro, pembiayaan melalui lembaga perbankan tidak dapat dilakukan karena tidak memungkinkan secara aturan hukum perbankan.

Untuk menjamin pelaksanaan program UMi tepat sasaran dan efektif, Kementerian Keuangan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) agar transaksi tepat sasaran.

Selain itu dilakukan program pendampingan untuk keberlangsungan usaha para debitur dan tentu saja yang paling penting adalah kemudahan pemberian kredit untuk kecepatan pemberian pembiayaan bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

Mardiasmo menuturkan pembiayaan ultra mikro UMi yang digulirkan sejak tahun lalu mensyaratkan kemudahan yaitu memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), keterangan memiliki usaha dan tidak punya hutang pada lembaga keuangan.

Dengan bunga kredit yang disalurkan berkisar 2-4% jauh di bawah bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang telah lebih dulu bergulir, pemerintah berharap para pelaku usaha yang memperoleh kredit ultra mikro dapat mengembangkan usahanya sehingga lebih layak untuk mendapat bantuan melalui KUR yang memiliki plafon pinjaman lebih besar.

Pemerintah menunjuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai koordinator penghimpun dan penyalur dana (coordinated fund) kepada usaha produktif melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan tumpang tindih antara program pemerintah seperti program Kementerian Sosial yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan e-Warong.

Program ini menyasar kelompok masyarakat miskin yang telah terbina untuk membentuk koperasi. Seluruh proses transaksi pada e-Warong dapat disinergikan dengan SIKP sehingga debitur KUBE otomatis tercatat kinerjanya untuk mendapatkan pembiayaan UMi.

Penyaluran pembiayaan mikro sendiri dilakukan melalui melalui badan layanan umum (BLU) pusat investasi pemerintah (PIP) yang diberikan kepada tiga BUMN penyalur, yakni PT Pegadaian, PT Bahana Artha Ventura dan PT Permodalan Nasional Madani. [ipe]

Komentar

x