Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 11:45 WIB
 

PDB Kuartal II Maksimal Hanya 5,15%

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 11 Juni 2018 | 17:46 WIB
PDB Kuartal II Maksimal Hanya 5,15%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ke-II diprediksi maksimal hanya tembus 5,15 persen. Sedikit naik dari kuartal I yang hanya 5,06 persen.

"Over all pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II maksimal 5,15 %," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Dengan demikian, dia meyakini prediksi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bila pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ke-II sulit tercapai.

Menurut dia, meskipun ada THR atau Tunjangan Hari Lebaran PNS dan pensiunan serta libur panjang namun untuk 5,2% kelihatannya sulit tercapai. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor.

"Faktornya tidak semua THR akan dibelanjakan, sebagian disimpan untuk keperluan lain," kata Bhima.

Misalnya, kata dia, PNS yang dapat THR dan pensiunan lebih memilih menggunakan uang tersebut untuk pembiayaan anak sekolah. Sebab, tidak lama lagi memasuki tahun ajaran baru.

"Bagi pensiunan yg dapet THR juga lebih banyak ditabung," ujar dia sembari menjelaskan adanya libur panjang justru ganggu produksi sektor industri, ekspor dan investasi.

Bos BI Perry sudah memberikan prediksi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II 2018 mencapai 5,2%. Pertumbuhan kuartal II ditopang konsumsi terutama menjelang Lebaran.

Prediksi ini pun jauh lebih tingg ketimang realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II sekitar 5,2%. Karena memang ada kebijakan fiskal yang bisa mendorong konsumsi seperi dari gaji ke-13 dan THR (Tunjangan Hari Raya)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong dengan peningkatan ekspor dan investasi swasta. Pasalnya, sejak kuartal I 2018, pertumbuhan investasi dianggap membaik.

Komentar

 
x