Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 11:44 WIB
 

UKM Antusias Ikuti Program Jualan Online Kominfo

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 12 Juni 2018 | 13:01 WIB
UKM Antusias Ikuti Program Jualan Online Kominfo
Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pelaku sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sejumlah kota di Indonesia menyambut antusias program Ramadhan Express "Ayo UMKM jualan Online" yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Ini program prioritas Kominfo untuk menuju Digital Energy of Asia," ujar Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital di Jakarta, seperti mengutip dari laman resmi Kominfo.

Menurut Lis Sutjiati, dirinya mendapat banyak laporan dari lapangan bahwa sejumlah UMKM yang tadinya ragu akhirnya ikut juga bergabung dengan program UMKM jualan Online. "Mereka merasa program kominfo ini banyak manfaatnya," jelasnya.

Salah satu pengakuan yang berhasil dimonior misalnya, pengalaman seorang ibu pemilik toko online A Sutan Mudo yang jualan produk kerajinan tangan di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat. Ia mengaku senang sekali karena baru buka toko online di Tokopedia tidak lama kemudian mendapat pembeli untuk produk-produknya lewat online.

Di Padang, pelaku UMKM bermitra dengan Tokopedia, Grabfood dan Go-food. Kerjasama itu juga melibatkan toko/lapak-lapak penjual kue kering dan buah. Mereka semangat untuk dibukakan toko online tapi perlu penerangan dan ditunjukan toko onlinenya serta bagamana aplikasinya di hp sampai mereka mengerti..

"Selama tiga jam jalan di pasar saya berhasil merekrut lebih dari 10 penjual karena harus satu persatu diterangkan dulu: kue-kue kering, kebaya muslim, baju muslim, tas-tas, penjual kurma, penjual buah segar dan sepatuepatu di lapak kaki limanya," tutur Lis Sutjiati.

"Semua penjualnya antusias, warungnya sudah bisa di-order online. Senang sekali lihat mereka bahagia, semua pedagang sepanjang jalur yang saya lalui bilang sudah daftar untuk dapat giliran di-onboarding. Dan mereka minta saya pesan lewat Grab," ungkapnya.

Status onboarding, dijelaskan Lis Sutjiati sebagai penanda bahwa UMKM atau pedagang yang bersangkutan sudah memiliki lapak online dan bisa dipesan melalui aplikasi. "Tahapan yang akan dilalui mulai dari onboarding atau mendorong pelaku UMKM offline menjadi online kemudian active selling atau pendampingan transaksi online," tambahnya.

Tak hanya berhenti sampai pendampingan transaksi, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo bidang ekonomi digital itu, setiap UMKM akan didampingi untuk meningkatkan skala bisnisnya. "Kemudian, scale up business untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga go international atau meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional," jelasnya.

Program ini mulai sejak tanggal 29 Mei 2018 dan akan berakhir 12 Juni 2018. Pada akhir pekan lalu sudah belasan UMKM di sentra-sentra usaha di delapan kota di Indonesia yang berhasil digarap Kominfo melalui progam ini. Sebaran kota garapan Kominfo tersebut meluputi UMKM di Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Solo, Surabaya, Tulung Agung, Banda Aceh, Bukit Tinggi Padang, Makassar, dan Samarinda.

Kegiatan Ramadhan Express melibatkan enam market place besar di Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Blanja, Shopee, dan GrabFood. "Sejumlah Relawan TIK yang merupakan pelajar SMK dan mahasiswa di sepuluh kota tempat kegiatan akan membantu proses komunikasi dan sosialisasi," kata Septriana Tangkari, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika, Kemenkominfo.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) di Indonesia dinilai punya potensi yang sangat besar. Bahkan setidaknya tercatat 88,8 persen UMKM memberi kontribusi ekonomi di ASEAN. Untuk mengembangkannya, Kementerian Kominfo beserta sejumlah e-commerce sepakat membuat inisiasi yang bertujuan mendorong UMKM untuk "Go Online".

Dalam inisiasi ini, Kementerian Kominfo menggandeng sebanyak enam marketplace terbesar di Indonesia yakni Blanja.com, Blibli.com, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Dalam gerakan ini, para pelaku UMKM juga akan diberi serangkaian kegiatan serta pendampingan mulai dari onboarding atau beralih ke online, kemudian active selling, scale up business untuk membantu pengembangan pasar hingga gerakan go international.

Menurut Lis Sutjiati, dengan bergeraknya pelaku UMKM ke pasar digital, maka ada peluang besar untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki target besar soal ekonomi digital untuk tahun 2020 mendatang. "Dunia digital ini bisa membuka pasar baru yang sangat berkembang. Saat ini saja UMKM sudah berkontribusi lebih dari 68 persen bayangkan jika sudah go online," ungkap Lis dalam acara deklarasi gerakan UMKM Jualan Online di Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2018).

Ia menambahkan jika gerakan bersama ini terjalin dengan intens dan berkelanjutan, maka bukan tidak mungkin eksistensi Indonesia dalam perekonomian dunia menjadi lebih besar. "Ini adalah gerakan nasional bersama. Ini adalah perayaan. Negara ini mendukung UMKM untuk menjadi pemain global," lanjut Lis.

UMKM memang boleh dibilang memiliki potensi yang kuat. Dari riset Mckinsey Institute tercatat ada 59,9 juta jumlah UMKM di Indonesia. Tak kurang dari jumlah tersebut pelaku UMKM memberi kontribusi sebesar 56 persen dari total perekonomian negara. Namun sayangnya, dari jumlah yang hampir mencapai 60 juta tersebut baru 3,97 persen saja yang sudah merambah ranah digital. Angka inilah yang tengah digenjot pemerintah agar para pemain UMKM juga tidak tergerus oleh e-commerce besar yang mengincar pasar Indonesia.

"Kami harap seluruh UMKM bisa merambah ranah digital dan mendominasi pasar nasional. Kami harap secepatnya. Mungkin minimal sebelum 2020 kita bisa dapat 5 sampai 8 juta UMKM yang juga memanfaatkan platform digital," kata Lis.

Komentar

 
x