Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:15 WIB

Libur Lebaran

Kementan Pantau Panen dan Sergap di Jateng & Jatim

Oleh : - | Selasa, 12 Juni 2018 | 15:13 WIB
Kementan Pantau Panen dan Sergap di Jateng & Jatim
(Foto: Kementan)

INILAHCOM, Ngawi - Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan)Sumarjo Gatot Irianto turun ke lapangan melakukan monitoring langsung ke daerah-daerah sentra padi seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur walaupun kondisi libur nasional Lebaran.

Dirjen Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto menjelaskan mengecekan langsung ke lapangan guna memastikan stok di lapangan. Hasilnya, stok gabah di Jawa Tengah dan Jawa Timur memang ada dan cukup melimpah. Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah berkomitmen untuk menjaga produksi pangan nasional tercukupi selama libur Lebaran.

Gatot menyebutkan, selain memantau langsung panen, pihaknya menggandeng beberapa pihak seperti Bulog, Mitra Bulog, TNI, Dinas Pertanian Kabupaten untuk terlibat dalam serap gabah petani (Sergap). Hal ini menjadi agenda penting dikarenakan panen gadu juni -agustus kali ini kualitas gabahnya sangat baik, kadar airnya rendah, tidak ada serangan OPT sehingga menghasilkan gabah dan beras kualitas premium.

"Sergap yang maksimal pada panen gadu ini diharapkan mencapai 1 juta ton guna memenuhi semua gudang bulog di Jatim dan Jateng," kata Gatot. Menurut Gatot, saat ini luas lahan padi yang sipa panen di Jatim dan Jateng mencapai 564.326 ha dari luas panen nasional 1,77 juta ha. Dari potensi luasan panen 2 provinsi tersebut bisa menghasilkan 2,9 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 1.841.102 Ton Beras.

"Jika dihitung secara nasional maka jumlah GKG pada bulan juni ini akan diperoleh 9.190.230 ton GKG setara dengan 5.765.951 ton Beras," ungkapnya.

"Jumlah ini menunjukkan bahwa produksi nasional surplus 3.113.014 juta ton dari kebutuhan beras nasional sebesar 2.652.937 ton beras," sambung Gatot.

Berdasarkan data tersebut, Gatot optimistis cadangan beras nasional bukan lagi menjadi masalah. Pasalnya stok cukup dan membuktikan kevalidan data produksi Kementerian Pertanian.

Pada kunjungan ini pun, selain melakukan Sergap, Gatot juga meminta petani yang sudah panen untuk mengolah tanah langsung sehingga bisa ditanami padi lagi. Hal ini mengingat curah hujan yang masih cukup banyak pada musim tanam kedua ini.

"Petani disarankan tidak menunggu lama-lama karena kita berpacu dengan waktu, jika tanam terlalu lama bukan tidak mungkin akan terjadi gagal panen karena menjelang musim kemarau tiba," ujarnya.

Pada saat kunjungan ini, Direktur Pengadaan Bulog atau mantan Aster KASAD dan Pangdam Wirabuana, Mayjen TNI Purn Bachtiar sepakat untuk memaksimalkan serapan gabah dan beras pada musim gadu Juni-Juli dan Agustus. Menurutnya, Sergap sangat penting untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan nasional. "Kebijakan Mentan mensinergikan Kementan, TNI dan Bulog serta pemerintah provinsi dan kabupaten tersebut perlu diapresiasi," tegasnya. [*]

Komentar

Embed Widget

x