Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:20 WIB

Cirebon Power Perkuat Listrik Saat Lebaran

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 12 Juni 2018 | 19:20 WIB
Cirebon Power Perkuat Listrik Saat Lebaran
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Cirebon Electric Power (Cirebon Power), siap berperan aktif dalam menjaga pasokan listrik pada Lebaran 2018. Khususnya untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto, mengatakan, pemerintah serta stake holder, seperti industri listrik berupaya untuk menjaga agar suasana Hari Raya Idul Fitri berjalan kondusif.

Tidak hanya soal transportasi dan infrastruktur saja, kebutuhan energi listrik juga harus terjamin saat Lebaran. "Cirebon Power siap mengoperasikan PLTU Cirebon 660 MW saat Lebaran. Pembangkit listrik itu tidak ada matinya," kata Heru dalam keterangan resmi pada wartawan, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Heru mengamini, permintaan listrik saat Lebaran, mengalami penurunan. Sebab, konsumsi listrik di industri, perkantoran dan perumahan, mulai berkurang.

Dia menjelaskan, penurunan permintaan listrik tersebut sesuai dengan permintaan PT PLN (Persero). "Artinya, Cirebon tetap beroperasi untuk menjaga kelistrikan, meski ada pengurangan permintaan, saat Lebaran. Biasanya, pengurangan permintaan listrik bisa mencapai 50%. Itu semua tergantung PLN," kata Heru.

Dia mengatakan, Cirebon Power selaku Independent Power Producer (IPP), operasional PLTU Cirebon berkapasitas 660 MW tidak menganggu keuangan perusahaan. Meski permintaan listrik menurun saat Lebaran.

Kata Heru, biaya operasional dan lain-lain disusun dalam jangka waktu setahun. Berkurangnya permintaan listrik, berdampak kepada penurunan penggunaan bahan bakar untuk pembangkit, yaitu batubara.

Terkait isu batubara identik dengan polusi, menurut Heru, tidak sepenuhnya benar. Dikatakan, PLTU Cirebon merupakan PLTU yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi super critical.

Heru juga menyinggung progres pembangunan PLTU Cirebon Unit II berkapasitas 1.000 MW yang memasuki tahap konstruksi. Dalam tahapan ini, konstruksi PLTU menggunakan teknologi ultra super critical, progresnya mencapai 14,7%.

Karena itu, Cirebon Power akan melaksanakan first piling ceremony (pemancangan tiang pertama) PLTU Cirebon Unit II pada Juli mendatang, diiringi dengan peluncuran Pusat Vokasi Ketenagalistrikan.

"Kami berharap Presiden Joko Widodo berkenan hadir, karena ini bukan cuma seremoni biasa, tapi juga langkah besar dalam sektor ketenagalistrikan. Berbarengan dengan first piling, kita akan meluncurkan Pusat Vokasi, serta dimulainya Project Digitalisasi 4.0 Pembangkit Listrik, dan ditutup dengan doa bersama masyarakat dalam Cirebon Bersholawat", tukas Heru. [ipe]

Komentar

x