Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 17:20 WIB

Mudik dengan Mobil 'Tua', Pakailah BBM RON Tinggi

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 13 Juni 2018 | 05:09 WIB
Mudik dengan Mobil 'Tua', Pakailah BBM RON Tinggi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kekhawatiran para pemudik bahwa kendaraan tua tidak cocok menggunakan bahan bakar minyak (BBM) RON tinggi, ditepis pakar otomotif ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

Menurut Tri, penggunaan BBM RON tinggi tersebut justru bagus untuk kendaraan bermotor, termasuk keluaran sebelum 2003. "BBM itu seperti makanan bagi manusia. Semakin bergizi BBM yang dikonsumsi kendaraan, tentu mesin bertambah sehat. Ini berlaku buat semua kendaraan, baik produksi terbaru maupun keluaran lama," kata Tri melalui keterangannya, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Tri mengatakan, kendaraan keluaran lama bisa mempergunakan BBM beroktan tinggi, setidaknya RON 90. Bahkan jika dilakukan pengaturan waktu pengapian (timing igniton), juga bisa mempergunakan BBM RON 92, dan dampaknya pun sangat baik.

Penggunaan BBM oktan tinggi, menurut Tri memang suatu keharusan bagi kendaraan bermotor. Pasalnya, BBM oktan rendah banyak memiliki kelemahan yang berdampak buruk bagi mesin.

Jika kembali dianalogikan tentang makanan, Premium ibarat makanan dengan kolesterol tinggi, yang bisa menyebabkan penyumbatan pada mesin dan akhirnya mengakibatkan stroke.

"Makanya, agar mesin tetap sehat, sebaiknya konsumen mulai membiasakan memakai BBM RON tinggi, termasuk RON 92 ke atas seperti Pertamax series," kata Tri.

Terlebih lagi bagi kendaraan keluaran 2003 hingga sekarang, menurut Tri, memang wajib memakai BBM dengan RON 92 ke atas. Sebab, sejak saat itu Indonesia sebenarnya sudah menerapkan standar emisi yang lebih tinggi, sehingga teknologi mesin kendaraan bermotor pun tidak cocok lagi untuk Premium. "Yang sesuai bagi mesin adalah BBM dengan RON tinggi," kata Tri.

Dalam konteks ini, Tri menegaskan, jika pemudik Lebaran kali ini memaksakan memakai Premium, maka akan berdampak buruk pada kendaraannya. Keluhan yang dirasakan adalah, mulai kinerja yang rendah, boros BBM, hingga paling fatal adalah turun mesin dan rusaknya kendaraan.

"Padahal, kalau sudah turun mesin tentu biayanya sangat mahal. Untuk Avanza misalnya, jika piston yang kena maka biaya perbaikannya bisa mencapai Rp6-7 juta," kata Tri.

Kalau kendaraan dipaksa terus menggunakan BBM RON rendah, tentu akan berdampak buruk pada mesin. Pada awalnya, kata Tri, akan membuat performa kendaraan tidak optimal. Misalnya, tenaga yang rendah dan akselerasi yang tidak maksimal.

Dampak Premium untuk kendaraan, bisa menyebabkan injektor tersumbat sehingga BBM yang disuplai tidak bisa banyak. Akibatnya, kata dia, mesin tidak akan kuat ketika menanjak. Selain itu, karena pembakaran tidak sempurna, maka akan mengakibatkan banyak kerak di dalam ruang bakar. Kerak ini akan meningkatkan kompresi sehingga mesin mengelitik. "Jika dibiarkan, makin lama tentu bisa merusak mesin. Piston bisa bolong atau stang piston menjadi bengkok," pungkasnya. [ipe]

Komentar

x