Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 13:03 WIB
 

Tol Cipali Punya Jokowi? Ini Kata Eks Pemiliknya

Oleh : - | Rabu, 13 Juni 2018 | 12:00 WIB
Tol Cipali Punya Jokowi? Ini Kata Eks Pemiliknya
Kemacetan tol Cipali - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - Hari-hari ini, nama Presiden Joko Widodo dikait-kaitkan dengan proyek tol. Mulai Trans Jawa kemudian Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Tahun politik banyak rupa untuk meraih simpati.

Khusus Tol Cipali, ada kejadian menarik. Lantaran spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi' bermunculan di sepanjang Tol Cipali. Ternyata, urusan spanduk melebar dan makin heboh. Kini muncul spanduk tandingan bertuliskan 'Jalan Tol Milik Sandiaga Uno'.

Lho apa hubungannya dengan Sandiaga? Ya karena Sandiaga adalah pendiri PT Saratoga Investama Sedaya tbk. Punya anak usaha bidang infrastruktur, namanya PT Interra Indo Resourches.

Selanjutnya Interra ini punya anak usaha lagi yakni PT Baskhara Utama Sedaya (BUS). Nah, BUS ini punya 45% saham di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pengelola Tol Cipali. Konsesinya selama 35 tahun.

Pada Januari 2017, 40% saham BUS diambil alih PT Astratel Nusantara (Astratel), anak usaha PT Astra International Tbk di sektor infrastruktur. Dari transaksi ini, Astratel menggenggam 40% saham LMS. Sementara sisanya masih dikuasai Saritoga.

Sandi, sapaan akrab Sandiaga yang sekarang menjabat Wakil Gubernur DKI, ketika ditanya soal heboh spanduk Jokowi di Tol Cipali, malah menjelaskan sejarah tol sepanjang 116 kilometer itu.

Kata dia, Tol Cipali adalah tol ketika era Soeharto sudah muncul ide untuk membangunnya. "Selanjutnya oleh Pak BJ Habibie dan Gus Dur diberikan dorongan. Oleh Ibu Mega diberikan inspirasi. Masa Pak SBY dilakukan pembebasan lahan dan instruksi. Selanjutnya diresmikan Pak Jokowi," kata Sandi di Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Dikatakan, Tol Cipali dibangun ketika dia masih memiliki saham di LMS. Kala maju mendampingi Anies Baswedan dalam Pigub DKI 2017, Sandi memutuskan untuk melepas LMS. "saya kan sudah di politik, tidak lagi ikutan di bisnis," paparnya.

Terkait kegaduhan ini, dia mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang bisa mengklaim jalan tol. Karena, jalan tol itu dibangun negara. Bukan lantaran suatu kelompok apalagi satu orang saja. "Pengoperasiannya oleh swasta yang waktu itu kebetulan saya pernah terlibat. Bukan punya siapa-siapa, itu punya negara," ujar Sandiaga.[ipe]

Komentar

x