Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:29 WIB

Wisata Lebaran Laris Manis, Inflasi Manado Tinggi

Oleh : - | Kamis, 14 Juni 2018 | 18:18 WIB
Wisata Lebaran Laris Manis, Inflasi Manado Tinggi
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Manado - Maraknya paket liburan Lebaran diperkirakan mendorong inflasi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

"Program paket liburan masuk pada kelompok core, dimana dengan dengan waktu yang panjang, diperkirakan bisa menohok inflasi hingga 0,07 persen," kata Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Soekowardojo di Manado, Kamis (14/6/2018).

Peningkatan inflasi komoditas paket liburan sejalan dengan musim libur Lebaran yang relatif panjang bersamaan dengan libur sekolah.

Sedangkan, untuk inflasi pada kelompok administered price (AP) diperkirakan akan disumbang oleh tarif angkutan udara yang mengalami inflasi sebesar 3,55 persen (mtm).

"Permintaan angkutan udara meningkat menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2018. Hal ini memicu terjadinya inflasi pada komoditas angkutan udara, sehingga berkontribusi mendorong laju inflasi," paparnya.

Namun, katanya, penyumbang inflasi terbesar didominasi bahan makanan bergejolak. Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi pada kelompok bahan makanan bergejolak (Volatile Foods/VF), dengan sumbangan sebesar 0,43 persen (smtm).

"Inflasi bulanan Mei 2018 terutama disebabkan oleh tomat sayur dan bawang merah. Inflasi kelompok VF tercatat sebesar 2,03 persen (mtm) yang terutama disumbang oleh komoditas tomat sayur, yang memiliki andil 0,37 persen (mtm) menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya, 1,21 persen (smtm)," ujarnya.

Selain tomat sayur, komoditas lain yang memberikan sumbangan inflasi dari kelompok VF yaitu bawang merah. Penyebab tingginya inflasi kelompok VF terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan terkait perayaan hari besar keagamaan dan curah hujan yang tinggi pada Mei sebagaimana prakiraan BMKG Sulut.

Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, pasokan tomat sayur cenderung mengalami penurunan yang disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu membuat petani mendorong bersikap menunggu karena menghindari risiko kerusakan.

Meskipun demikian, pada Mei 2018, inflasi Sulut tercatat menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama di tahun sebelumnya hingga ke level 0,55 persen (mtm). Inflasi tahun kalender Sulut tercatat sebesar 2,84 persen (ytd), dan inflasi tahunan sebesar 3,97 persen (yoy).

Secara bulanan, inflasi Sulut pada Mei tercatat menurun dibandingkan dengan realisasi inflasi Sulut bulan sebelumnya (1,09 persen mtm). Sementara, inflasi nasional Mei tercatat sebesar 0,21 persen (mtm).[tar]

Komentar

x