Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:22 WIB
 

Ganti Rugi Pembebasan Lahan PLTA Batangtoru Tuntas

Oleh : - | Minggu, 17 Juni 2018 | 04:39 WIB
Ganti Rugi Pembebasan Lahan PLTA Batangtoru Tuntas
(Foto: Antara)

INILAHCOM, Jakarta - Proyek PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan dilanjutkan, menyusul selesainya pembebasan lahan untuk kelangsungan proyek PLTA Irit Lahan yang dijadwalkan beroperasi pada 2022.

"Saat ini, kami tengah membuka lahan di wilayah Batangtoru, dalam rangka pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama dari proyek PLTA Batangtoru. Sampai hari ini, kami telah berhasil membuka lahan hingga 40% dari panjang ruas jalan jalan yang kami rencanakan, ungkap Agus Supriono, Manajer Humas PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pembangunan PLTA Batangtoru dirancang sebagai PLTA Irit-Lahan dan menggunakan energi baru terbarukan, merupakan sebuah proyek yang dikembangkan untuk memasok listrik di wilayah Sumatera.

Luas lahan yang telah dibebaskan pada kurun waktu 2013-2017 oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) untuk pengerjaan proyek ini adalah sebesar 677 Hektar. Ditambah 12 Hektar untuk 85 titik tapak menara transmisi

"Seluruh proses hukum yang berkaitan dengan pembelian dan pembayaran lahan tahap pertama telah selesai dilakukan seluruhnya. Perusahaan telah membayar minimum 4x lebih besar dari harga yang tertera pada NJOP," ungkap Syamsir Alam Nasution, Kuasa Hukum PT NSHE.

Hal ini juga diamini salah satu warga desa adat yang lahannya dibeli PT NSHE untuk pembangunan proyek ini. "Lahan saya di dusun Paske, desa Batang Paya, kecamatan Sipirok, telah dibeli oleh proyek ini. Harga yang diberikan kepada saya, saya anggap layak. Dan prosesnya pun telah selesai dilakukan. Semua proses dan pembayaran pun tidak berbelit-belit dan tidak ada pihak ketiga yang terlibat," ungkap Hasbulah Pospos.

"Dari hasil pembayaran tanah saya itu, sekarang punya modal untuk melakukan usaha untuk keluarga. Saya berharap proyek ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga hasilnya nanti bisa segera dirasakan, tidak saja oleh saya, tapi juga oleh anak cucu saya."

Menyusul telah diselesaikannya urusan pembayaran lahan tersebut, maka pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama proyek pun telah dimulai sejak Desember 2017.

Selain itu, PT NSHE pun telah menyelesaikan berbagai kesiapan lain yang diperlukan untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, juga hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial dan dampak lainnya dari proyek PLTA Batangtoru.

PLTA Batangtoru memang dirancang sebagai proyek PLTA yang berwawasan lingkungan, dengan minimnya penggunaan lahan sebagai Damyang hanya memerlukan 90 hektar lahan saja. Dam ini akan bekerja dengan metode run of river hydropower, sehingga akan sangat bergantung pada ketersediaan dan debit air yang optimal.

"Oleh karenanya, menggunakan energi baru terbarukan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem di Batangtoru merupakan komitmen kami, agar melalui proyek PLTA Batangtoru ini kami pun bisa mendukung upaya pemerintah pusat dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia," tambah Agus.

"Kami berharap dengan telah selesainya proses pembayaran lahan tahap pertama untuk kebutuhan proyek PLTA Batangtoru ini, kini kami bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan pembuatan jalan akses ini, agar proyek ini bisa terus bergulir, dan pasokan listrik berkuatan 510MW pada saat beban puncak bisa segera dirasakan oleh masyarakat Sumatera." [tar]

Komentar

 
x