Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:35 WIB

Komisi VI DPR Nilai Bos Bulog Berhasil Jaga Harga

Oleh : - | Minggu, 17 Juni 2018 | 08:09 WIB
Komisi VI DPR Nilai Bos Bulog Berhasil Jaga Harga
Anggota Komisi VI DPR Siti Mukaromah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Purwokerto - Anggota Komisi VI DPR Siti Mukaromah mengapresiasi kinerja BUMN bidang pangan, khususnya Perum Bulog dalam pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2018.

Saat ditemui di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018), legislator yang akrab disapa Erma ini mengatakan, harga kebutuhan pokok masyarakat secara umum menjelang Lebaran relatif stabil, meskipun ada beberapa yang mengalami sedikit kenaikan.

Menurut dia, gerakan stabilisasi harga pangan (GSHP) yang dilaksanakan oleh BUMN pangan turut memberikan dampak positif dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran.

"Kami memang berharap stabilisatornya adalah mereka (BUMN pangan). Oleh karena itu, kami terus melakukan komunikasi melalui RDP-RDP (rapat dengar pendapat), kami minta kepada Bulog, RNI, PPI, dan BUMN pangan lainnya agar kali ini harga-harga jangan sampai betul-betul mempersulit masyarakat," kata anggota Fraksi PKB ini.

Ema mengatakan, Komidi VI DPR selalu menekankan kepada BUMN pangan khususnya Bulog agar optimal dalam menjalankan pelayanan publiknya (public service obligation/PSO) di samping melaksanakan bisnisnya.

Sebagai salah satu BUMN, kata dia, Bulog bukan dituntut secara profit, melainkan pelayanannya. "Saya pikir ini menjadi bagian yang kami harapkan untuk bisa berkelanjutan. Komisi VI pasti sangat mendukung itu," katanya.

Lebih lanjut, Erma mengharapkan manajemen Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso dapat berjalan lebih baik dan lebih tertata.

Selain itu, kata dia, Buwas (panggilan akrab Budi Waseso) diharapkan tetap bisa bersikap tegas dalam memimpin Bulog, seperti halnya saat memimpin BNN (Badan Narkotika Nasional).

"Dalam penataan stok, jangan sampai ada barang baru kemudian dikeluarkan, sedangkan barang yang sudah tersimpan lama tidak segera dikeluarkan, sehingga dapat menimbulkan stigma masyarakat bahwa kinerjanya tidak bagus," kata perempuan asli Banyumas itu.

Oleh karena itu, dia secara pribadi mengaku setuju terhadap wacana Buwas mengubah pola penyimpanan dari sebelumnya berupa beras menjadi gabah.

"Saya setuju kalau penyimpanannya berupa gabah karena cenderung awet atau tahan lama dan tidak merusak kualitas beras. Namun yang penting dalam penyimpanan gabah itu harus benar-benar baik," tegasnya.

Terkait dengan hal itu, Erma mempersilakan Bulog mempersiapkan infrastruktur guna merealisasikan wacana penyimpanan gabah dalam upaya mendukung ketahanan pangan.

Kendati demikian, dia mengharapkan dalam pembelian gabah, Bulog tetap memerhatikan kesejahteraan petani dengan memberikan harga yang aman dan nyaman.

"Jangan sampai petani justru merasa lebih nyaman dengan tengkulak. Bulog harus bisa menunjukan kepada masyarakat bahwa BUMN itu benar-benar merupakan penyangga pangan," katanya. [tar]

Komentar

Embed Widget

x