Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:32 WIB

Operasi Nilai Tukar Pakai Cadev Masih Ampuh?

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 17 Juni 2018 | 19:21 WIB

Berita Terkait

Operasi Nilai Tukar Pakai Cadev Masih Ampuh?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah disarankan memakai cadangan devisa (Cadev) untuk menurunkan tekanan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

Pemerintah tidak perlu khawatir menggunakannya karena Cadev masih dalam kondisi aman. Alias masih bisa digunakan selama tujuh bulan impor. "Enggak (terganggu) kalau (dipakai) US$2 miliar, karena cadev masih bisa untuk 7 bulan impor, jadi batas amannya kan kecukupan 3 bulan impor, kalau 7 bulan impor itu msih aman," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira pada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Meski aman, dia meminta kepada pemintah untuk meningkatkan lagi Cadev. Sebab, apabila Cadev pada posisi aman, pemerintah akan lebih leluasa menggunakannya untuk mengintervensi gejolak dollar AS. "Ya cadev ini bukan untuk hari ini saja, tapi sampai 2020 rupiah akan gede terus tekanannya, itu harus dicari cara lain," kata dia.

Sebelumnya, cadev Indonesia pada akhir Mei 2018, tergerus US$2 miliar menjadi US$122,9 miliar. Digunakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan pembayaran utang pemerintah.

Meskipun cadev anjlok sekitar Rp28 triliun (kurs Rp14.000/US$), Bank Indonesia (BI) menyatakan masih aman. Karena, setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor, atau 7,2 bulan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menilik data BI, posisi cadangan devisa sejak awal 2018, menunjukkan penurunan. Pada Januari 2018, cadev sebesar US$131,9 miliar. Bulan berikutnya longsor menjadi US$128,06 miliar.

Pada Maret 2018, kembali tergerus menjadi US$126 miliar. Bulan berikutnya turun menjadi US$124,9 miliar. Pada Mei 2018, cadangan devisa Indonesia rontok US$1,1 miliar menjadi US$122 miliar. [ipe]

Komentar

x