Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 10:50 WIB
 

Darmin Menunggu Pilkada dan Asian Game 2018 Effect

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 18 Juni 2018 | 02:29 WIB
Darmin Menunggu Pilkada dan Asian Game 2018 Effect
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Perhelatan pemilihan kepala daerah secara serentak pada 2019 nanti, diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

"Bulan Juni-Juli kan pilkada di 115 kabupaten/kota dan provinsi itu akan mendorong pengeluaran yang akan merupakan penerimaan bagi banyak orang," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution disela-sela acara halal bi halal di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (16/6/2018).

Dengan besarnya belanja yang dikeluarkan untuk memproduksi alat kampanye mulai dari baliho, kaos, serta banner, akan menggerakan perekonomian di semua daerah. "Mungkin kami berharap dia akan naikan pertumabuhan ekonomi sekitar 0,1 persen," ujar Darmin.

Selain Pilkada serantak acara Asian Games diyakini akan menyumbang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebab, acara itu akan dihadiri oleh negara-negara peserta.

"Bukan hanya orang Indonesia tapi juga oranv luar (negeri) datang kesini. Itu juga akan memerbaiki keadaan belanja dan income," ujar Darmin.

Bahkan kata dia, kedua acara ini membuat pertumbukan ekonomi sesuai dengan yang target pada APBN 2018, yakni 5,4%. "Kalau beberapa lembaga internasional menurunkan target pertumbuhan ekonomi jadi 5,3 persen, saya kok masih melihat angka 5,4 prsen itu msh oke," kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2017 mencapai 5,07%. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh belanja pemerintah dan inflasi yang terkendali.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2017 tercatat 5,19 persen. Namun jika secara kumulatif di 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07 persen," ujar Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Jakarta, Senin (5/22018).

Suhariyanto menuturkan, angka pertumbuhan tersebut ditopang oleh belanja pemerintah dan juga inflasi yang terkendali. BPS mencatat, inflasi sepanjang 2017 menclok di angka 3,16%.

Sedangkan untuk realisasi belanja pemerintah meningkat 29,22 persen pada kuartal IV 2017. "Ini dipicu oleh belanja modal, barang, dan pegawai," tambah dia.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi dialami sektor jasa perusahaan yang mencapai 9,25%. Kemudian disusul oleh sektor informasi dan komunikasi yang mencapai 8,99% dan jasa lainnya mencapai 8,87%. [ipe]

Komentar

x