Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:59 WIB

KPUPR Tunda Integrasi Sistem Transaksi Tol JORR

Rabu, 20 Juni 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

KPUPR Tunda Integrasi Sistem Transaksi Tol JORR
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian PUPR menunda penerapan sistem integrasi transaksi di Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Setelah nenpertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Di mana, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) perlu melakukan sosialisasi secara lebih intensif kepada masyarakat.

Penerapan integrasi sistem transaksi ini, semula bakal diberlakukan pada Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB. Bertujuan untuk untuk meningkatkan layanan di Tol JORR, sehingga bisa memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang menjadi persyaratan dalam pengoperasian jalan tol.

Peningkatan kualitas layanan tol melalui integrasi sistem ini, pertama, meningkatkan efisiensi waktu tempuh karena transaksi hanya dilakukan satu kali. Sebelumnya, pengguna ruas tol JORR melakukan 2-3 kali transaksi untuk perjalanan lintas-seksi/ruas. Mengingat, tol JORR dikelola operator (BUJT) yang berbeda-beda. Alhasil, masing-masing ruas tol memiliki gerbang pembayaran.

Dengan adanya integrasi sistem transaksi ini, lima gerbang tol dihilangkan, yakni GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji sayap arah Bintaro. Dengan cara ini dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan di tengah ruas tol. Di mana, transaksi hanya akan dilakukan satu kali pada gerbang tol masuk (on-ramp payment).

Kedua, integrasi sistem akan menurunkan tarif tol JORR untuk kendaraan angkutan logistik golongan II, III, IV dan V sehingga dapat mendukung pembentukan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Penyesuaian tarif tol diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelaku logistik dan mendorong truk/kontainer untuk memanfaatkan jalan tol sehingga akan mengurangi beban jalan arteri. Dengan demikian jalan arteri akan senantiasa dalam kondisi mantap. Selain itu juga akan mengurangi antrian lalu lintas jalan arteri yang padat seperti pada kawasan Tanjung Priok.

Melalui penyederhanaan sistem transaksi, akan berlaku sistem terbuka dengan pemberlakuan tarif tunggal, di mana pengguna tol-sesuai golongan kendaraannya-akan membayar besaran tarif tol yang sama. Tanpa memperhitungkan jauh dekatnya jarak tempuh.

Tarif baru akan berlaku untuk 4 ruas dan 9 seksi tol JORR dengan panjang keseluruhan 76,43 kilometer, terdiri dari: Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini).

Selanjutnya, Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami. Penundaan ini berlaku hingga sosialisasi kepada masyarakat dinilai memadai oleh Kementerian PUPR. [ipe]

Komentar

x