Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 18:58 WIB

Industri Manufaktur Tancap Gas Setelah Tidur

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 20 Juni 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Industri Manufaktur Tancap Gas Setelah Tidur
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Industri manufaktur diyakini akan meningkatkan kembali produktivitasnya setelah masa libur panjang Lebaran 2018.

Lonjakan kinerja tersebut bakal mengerek pertumbuhan positif pada kuartal III-2018, atau lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. "Kemarin kan sempat transportasi barang dibatasi, ditambah pula dengan adanya liburan yang cukup lama dari biasanya. Tetapi ini bisa dikejar pada kuartal III nanti, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (19/6/2018).

Airlangga meyakini, momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia, berdampak positif terhadap produksi sejumlah industri manufaktur. "

Apalagi ada dua hajatan politik nasional yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg), berdampak kepada peningkatan demand produk industri," ujarnya.

Airlangga pun menyebutkan, beberapa sektor manufaktur yang berpeluang tumbuh gemilang karena mendulang permintaan domestik yang tinggi selama bulan Ramadan dan pilkada tersebut, antara lain industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil, serta industri alas kaki. Bahkan, industri printing juga akan meningkat, ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, pada kuartal I-2018, industri manufaktur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar 0,88 persen, lebih tinggi dibanding kuartal IV/2017 (quarter to quarter/q-to-q) dan tumbuh 5,01 persen dari kuartal I-2017 (year on year/y-on-y).

Selanjutnya, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,03% pada kuartal I-2018, meningkat dibanding periode yang sama di 2017 sekitar 4,80%. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%.

Kinerja cemerlang juga diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70%, kemudian industri logam dasar 9,94%. Industri tekstil dan pakaian naik menjadi 7,53%, serta industri alat angkutan 6,33%.

Berdasarkan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia yang dirilis oleh Nikkei dan Markit, pergerakan industri manufaktur nasional semakin ekspansif lantaran didorong permintaan baru yang mengalami pertumbuhan paling cepat sejak Juli 2014.

Di samping itu, produksi manufaktur dalam negeri terus menunjukkan kenaikan selama empat bulan terakhir dan menjadi periode perluasan usaha yang terpanjang sejak lima tahun silam. Capaian ini terlihat dari PMI Indonesia pada Mei 2018 yang menyentuh di level tertinggi dalam 23 bulan, yakni sebesar 51,7 atau naik dari bulan sebelumnya 51,6.

Airlangga menegaskan, selama ini pihaknya fokus menjalakan program hilirisasi industri yang konsisten memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional. Dampak positif itu antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, pembatasan transportasi pada tanggal tertentu akan mempengaruhi aktivitas ekspor industri manufaktur. Memang kalau libur panjang, pasokan untuk ekspornya bisa terlambat, tuturnya.

Kendati demikian, Haris optimistis, setiap industri memiliki strategi sendiri untuk mengatasi pemenuhan produk dalam negeri maupun ekspor. Pasti mereka punya cara untuk mengantisipasi ini, imbuhnya.

Pada kuartal I-2018, industri manufaktur mencatatkan nilai ekspor sebesar US$32 miliar, atau naik 4,5% dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu di angka US$30,6 miliar. [ipe]

Komentar

x