Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 13:00 WIB

Gegara Kapal Karam di Toba, Budi Jadi Sering Sidak

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 20 Juni 2018 | 17:09 WIB

Berita Terkait

Gegara Kapal Karam di Toba, Budi Jadi Sering Sidak
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu (20/6/2018) melakukan sidak ke Dermaga Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Bisa jadi lantaran insiden KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018).

Dalam aksi ini, Menhub Budi menghimbau kepada seluruh pelabuhan di Indonesia untuk melaksanakan ketentuan berlayar dengan baik. "Hari ini saya sengaja melakukan sidak untuk mengetahui ketaatan teman-teman di lapangan dalam melaksanakan regulasi terutama yang berkaitan dengan keselamatan. Sekaligus, saya juga ingin menghimbau semua pelabuhan di Indonesia untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan berlayar dengan baik," jelas Budi.

Hasil kunjungan sidak menunjukkan beberapa indikasi positif dari berbagai aspek, seperti kapal yang telah dilengkapi surat semacam KIR, telah dilakukan rampcheck, jumlah penumpang yang telah sesuai dengan ketentuan, dan semua dokumen lengkap.

"Beberapa indikasi yang saya perhatikan tadi sudah cukup baik. Seperti, adanya penggunaan surat semacam KIR yang dilengkapi dengan rampcheck, data manifest dibuat untuk menunjukkan jumlah penumpang yang tidak melebihi batas maksimal. Dokumen kapal pun sudah lengkap dan didukung dengan Surat Persetujuan Berlayar (SPB)," kata Budi.

Budi berharap, format ini tidak hanya berlaku di Dermaga Kali Adem. Menhub menuturkan bahwa telah beberapa kali berkunjung ke Dermaga Kali Adem dan terus menghimbau penumpang untuk menggunakan jaket keselamatan saat berlayar.

"Saya harap format ini tidak hanya berlaku di Kali Adem yang secara kebetulan telah saya kunjungi dua kali yaitu sejak hari Minggu kemarin. Tadi secara khusus, kita lihat apakah penumpang telah menggunakan jaket keselamatan," ungkap Budi.

Budi kembali menegaskan bahwa penggunaan jaket keselamatan itu penting dan pihak-pihak terkait juga harus selalu mendukung keamanan penumpang dengan mengawasi jumlah penumpang agar tidak melebihi batas maksimal.

"Tadi ada beberapa penumpang yang tidak menggunakan jaket keselamatan karena alasan panas, tidak nyaman, dan sebagainya. Oleh karenanya, saya minta kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke, Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk mengawasi jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas dan meningkatkan keamanan," tambah Budi.

Mengakhiri sidak, Budi berpesan bahwa seluruh pihak wajib menaati segala ketentuan berlayar yang berlaku demi keselamatan bersama. Semua stakeholders terkait pun harus secara teliti melakukan kontrol yang dari semua aspek.

Terbaru kapal penumpang KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018), sekitar pukul 17.15 WIB. Kapal ini bergerak dari Pelabuhan Simanindo, menuju Pelabuhan Tiga Ras di Kabupaten Samosir.

Menurut otoritas setempat, kapal penumpang itu kelebihan kapasitas. Bahkan, kepolisian setempat menyatakan kapal kayu itu berlayar tanpa manifes dan standar keselamatan yang rendah. [ipe]

Komentar

x