Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 00:16 WIB

Wuik...Utang RI Menanjak 7,6% Jadi Rp5.028 Triliun

Jumat, 22 Juni 2018 | 04:19 WIB

Berita Terkait

Wuik...Utang RI Menanjak 7,6% Jadi Rp5.028 Triliun
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Utang Indonesia sepanjang April 2018 naik 7,6% secara tahunan (yoy). Totalnya US$356,9 miliar, atau setara Rp5.028 triliun (kurs Rp14.090/US$).

Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$183,8 miliar. Atau naik 9,5% (year on year/yoy). Sementara utang swasta termasuk BUMN mencapai US$173,1 miliar, atau naik 5,6% (yoy). Data ini berdasarkan Statistik ULN Bank Indonesia (BI) yang diumumkan di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

"Dengan posisi utang Indonesia tersebut, rasio ULN terhadap PDB masih cenderung tetap di 34 persen," tulis BI.

Bank Sentral menyatakan, rasio ULN masih lebih baik ketimbang rasio di negara lain.

Menilik statistik utang tersebut, utang pemerintah itu terbagi dalam Surat Berharga Nergara (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh bukan penduduk hingga mencapai US$125,1 miliar.

Kemudian, pemerintah juga menarik utang dari kreditur asing sebesar US$55,4 miliar. "Pengelolaan ULN secara profesional dan bertanggung jawab dilakukan Pemerintah secara konsisten untuk menjaga sustainabilitas fiskal," ujar Bank Sentral.

Sedangkan untuk utang swasta termasuk BUMN, pinjaman di sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA) meningkat dibandingkan Maret 2018. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,4%.

Secara tenor pengambilan utang, ULN keseluruhan didominasi pinjaman berjangka panjang mendominasi keseluruhan utang hingga 86,7%.

Bank Sentral menilai utang Indonesia masih dalam keadaan sehat. BI berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah untuk mengawasi ULN dan mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko gangguan stabilitas perekonomian. [tar]

Komentar

x