Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:58 WIB

Pasca Lebaran, Rupiah Melintir Dikerjain AS

Jumat, 22 Juni 2018 | 12:11 WIB

Berita Terkait

Pasca Lebaran, Rupiah Melintir Dikerjain AS
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi kenaikan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS) pada Juni 2018.

Melihat kondisi tersebut, Darmin saat ditemui di Jakarta, Kamis, memastikan tidak ada hal yang perlu dirisaukan karena depresiasi rupiah tersebut masih terpengaruh oleh situasi global. "Karena di sana bunganya sudah gerak, tapi itu jangan dirisaukan," kata Darmin.

Meski demikian, ia mengharapkan mulai adanya pembenahan dari sisi domestik yaitu terhadap defisit neraca transaksi berjalan agar tidak terlalu melebar dan makin membebani rupiah. "Neraca ekspor dan impornya masih defisit, itu harus diatasi dulu," katanya.

Darmin juga memastikan, penyesuaian suku bunga The Fed ini akan diikuti oleh kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia untuk menekan depresiasi rupiah. "Kecenderungan kenaikan suku bunga di AS akan terjadi beberapa kali. Itu berarti suku bunga kita akan naik, kalau tidak kurs kita akan terganggu," ujar Darmin.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yangg ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Kamis pagi (21/6/2018), melemah 78 poin menjadi Rp14.010 per US$.

Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, perkembangan nilai tukar rupiah masih akan bergerak mendatar. "Tampaknya belum terlalu merespons rencana Bank Indonesia untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuannya," kata dia. [tar]

Komentar

x