Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:56 WIB

Manggala Agni Padamkan Karhutla Sebelum Meluas

Jumat, 22 Juni 2018 | 19:16 WIB

Berita Terkait

Manggala Agni Padamkan Karhutla Sebelum Meluas
(Foto: Klhk)

INILAHCOM, Jakarta - Pemadaman awal terhadap beberapa kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni.

Langkah ini dilakukan Manggala Agni sebagai salah satu bentuk antisipasi pencegahan sekaligus wujud kesiapsiagaan menanggulangi karhutla menjelang musim kemarau. Selain dengan pemadaman awal, berbagai upaya lain juga dilakukan separti patroli di wilayah-wilayah rawan dan juga sosialisasi kepada masyarakat.

Seperti dilakukan Manggala Agni Daops Sintang, Kalimantan Barat. Pemadaman dilakukan di wilayah Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang, Kota Sintang bersama-sama dengan personil TNI, POLRI, dan juga masyarakat. Kebakaran seluas sekitar 2 hektare dapat dipadamkan hingga malam hari (21/06/2018). Keesokannya dilanjutkan dengan mopping up (pendinginan) untuk memastikan bara api hingga benar-benar padam.

Pemadaman juga dilakukan oleh Daops Bukit Tempurung, Provinsi Jambi. Berdasarkan laporan dari Masyarakat Peduli Api (MPA), bahwa terjadi kebakaran lahan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Manggala Agni bersama-sama dengan personil perusahaan, MPA, dan perangkat Desa Lubuk Bernai segera melakukan pemadaman di lokasi yang berbatasan dengan perusahaan konsesi kehutanan itu. Luas terbakar dilaporkan 4 ha. Hingga pagi harinya terus diupayakan pemadaman.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa dalam rangka antisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau ini, KLHK telah meminta semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup KLHK di lapangan dan pemerintah daerah untuk melakukan upaya antisipasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Berbagai langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan harus terus diupayakan, seperti memantau secara aktif titik panas (hotspot), dan segera mungkin melakukan groundchek terhadap hotspot yang terdeteksi, melakukan pemadaman awal secara mandiri atau gabungan, serta meningkatkan koordinasi dengan para pihak, dan bekerjasama dengan Satuan Tugas Karhutla di daerah," jelas Raffles.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Hari Rabu, pukul 20.00 WIB (21/06/2018), berdasarkan satelit NOAA terpantau sembilan hotspot, tiga titik di Jambi dan masing-masing satu titik di Provinsi Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau dua hotspot di Provinsi Papua. [*]

Komentar

x