Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 10:35 WIB
 

Lobi-lobi Sri Mulyani di Depan Pengusaha Inggris

Oleh : - | Sabtu, 23 Juni 2018 | 00:20 WIB
Lobi-lobi Sri Mulyani di Depan Pengusaha Inggris
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, London - Kunjungan kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke Inggris Raya, diisi dengan pertemuan dengan investor di kantor pusat Bloomberg.

Selain itu, Sri Mulyani menemui Menteri Keuangan Inggris, Philip Hammond dalam rangkaian acara UK-Indonesia Economic Forum series di London.

Mengawali kunker ini, Sri Mulyani melakukan wawancara khusus dengan televisi dalam Bloomberg Emerging Market Insights yang disiarkan secara global dan langsung.

Wawancara yang dipandu Guy Johnson dan Tom Keene itu, mengupas dampak perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China terhadap perekonomian dunia, Asia, ASEAN dan Indonesia. Dibahas pula nasib negara-negara emerging akibat normalisasi kebijakan moneter di AS dan Eropa.

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang memiliki stabil ekonomi yang mumpuni, serta fundamental yang kuat.

Pihak Young Indonesian Professionals Association (YIPA) di Inggris Raya bersama Bloomberg juga mengelar acara Bloomberg Executive Roundtable didukung Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan KBRI London.

"Acara ini sekaligus memperingati masuknya Indonesia Rupiah Bonds sejak awal Juni 2018 dalam Global Aggregate Index, salah satu index di pasar modal dunia yang paling banyak digunakan oleh investor," ujar Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA.

Kesempatan ini digunakan Sri Mulyani untuk memberikan update perekonomian Indonesia, kebijakan ekonomi pemerintah, reformasi perpajakan dan fokus dalam pembangunan infrastruktur bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara yang memberikan paparan tentang kebijakan monter BI.

Kedua tokoh ekonomi ini, berupaya meyakinkan senior investor emerging markets dengan asset triliunan ASD untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia dalam konteks perubahan ekonomi dunia yang sangat dinamis, yaitu kenaikan suku bunga AS, keluarnya arus modal dari negara emerging dan penguatan mata uang US$.

Selanjutnya, kalangan Investor memberikan apresiasi yang tinggi atas transparansi dan komitmen pemerintah Indonesia dalam investor engagement yang berkelanjutan.

Diskusi diikut Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Luky Alfirman, Dirjen PPR, Wempi Saputra Chief of Staff untuk Menkeu, Adam M Tugio, DCM KBRI London, Hidayat Amir, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF, Loto S Ginting, Direktur Surat Utang Negara DJPPR dan Donny Hutabarat Kepala Bank Indonesia London untuk EMEA.

Di akhir sesi, Sri Mulyani dan Mirza mendapatkan masukan dan informasi dari Investor mengenai perkembangan negara-negara emerging seperti Argentina, Brazil dan Turkey yang sedang menghadapi gejolak yang lebih ekstrim. [tar]

Komentar

Embed Widget

x