Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:17 WIB

Konsumsi BBM Saat Libur Lebaran Naik 27,3%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 24 Juni 2018 | 12:01 WIB

Berita Terkait

Konsumsi BBM Saat Libur Lebaran Naik 27,3%
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada periode 31 Mei hingga 22 Juni 2018, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis Premium sebesar 27,3%.

Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terjadinya kenaikan jenis Pertamax sebesar 20,8%, diikuti Pertalite sebesar 8,8%, dan Avtur sebanyak 0,8%.

"Selama masa Satgas Idulfitri 1439 H periode 31 Mei - 22 Juni 2018, terdapat peningkatan pendistribusian jenis BBM Gasoline, terutama Premium, Pertamax dan Pertalite," ungkap Ketua Posko Sektor ESDM Fansurullah Asa di Jakarta (22/6/2018).

Pada periode tersebut, realisasi penyaluran BBM yang paling tinggi adalah jenis Pertalite sebesar 1.115.368 KL, diikuti Premium sebesar 768.285 KL dan Pertamax/Akra 92 sebesar 442.307 KL dan solar sebesar 847.711 KL. Puncak realisasi BBM Jenis Gasoline selama arus mudik terjadi pada H-3 Idulfitri (tanggal 12 Juni 2018) seperti mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Sementara itu, kondisi ketahanan BBM dilaporkan dalam kondisi normal untuk seluruh jenis BBM, dengan rincian sebagai berikut: Premium (22 hari), Solar/Akrasol (21 hari), Pertalite (22 hari), Kerosene (43 hari), Pertamax/Akra 92 (21 hari), Pertamax Turbo (34 hari), Pertamina Dex (39 hari), Dexlite (20 hari) dan Avtur (31 hari). Begitu pula kondisi stok LPG dalam kondisi normal, dengan ketahanan 19 hari, juga kondisi pasokan Bahan Bakar Gas (BBG) dan jaringan gas (jargas) juga dalam kondisi aman.

Tim pemantauan Posko ESDM masih melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi pusat lonjakan kebutuhan, untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG aman hingga di tingkat penyalur dan sub penyalur.

Untuk subsektor ketenagalistrikan, periode beban puncak malam hari per tanggal 21 Juni 2018 sebagian besar dalam kondisi Normal. Secara keseluruhan daya mampu pasok nasional sebesar 33.899,31 MW dan beban buncak sebesar 30.439,92 MW sehingga kapasitas cadangan daya nasional sebesar 3.459,40 MW.

Komentar

x