Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 05:57 WIB

BI Kerek Suku Bunga, Ini Respon Bankir Pelat Merah

Oleh : M Fadil Djaelani | Senin, 25 Juni 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

BI Kerek Suku Bunga, Ini Respon Bankir Pelat Merah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan penaikan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reserve Repo Rate pada akhir bulan ini. Lalu apa respons atau harapan dari kalangan perbankan?

Ditanya soal ini, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Kartika Wirjoatmodjo santai-santai saja. Kata dia, kenaikan suku bunga 7 Days Reserve Repo Rate, tidak serta merta menaikkan suku bunga kredit. Karena, perbankan kemungkinan masih memiliki ruang yang baik.

"Saya rasa untuk kredit masih dengan semester II ini kita masih ada room tetap dengan suku bunga yang sama," kata Tiko sapaan akrabnya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Tiko, sapaan akranya, mengatakan, memang betul kalau BI sangat berpeluang menyesuaikan tingkat suku bunga. Merespons kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). "Tapi kalau kita lihat dari kebijakan yang kemarin disampaikan Fed pada saat FOMC ada kemungkinan untuk penyesuaian lagi, karena saya rasa hampir semua bank sentral harus ubah policy-nya tahun ini, karena memang harus mengikuti perubahan," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengaku keberatan terkait rencana BI menaikkan kembali suku bunga acuan di akhir Juni 2018.

Kata Tito, kenaikan suku bunga acuan dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas pasar modal. "Musuh terbesar dari pasar modal adalah tingkat suku bunga dan memang kenaikan tingkat suku bunga ini mau tidak mau cukup mengganggu," katanya dalam acara halal bihalal di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Menurutnya, BEI sejatinya tidak ingin suku bunga kembali naik. Jika suku bunga naik, maka baik perbankan maupun pasar modal, bakal kesulitan memberi pinjaman.

"Faktanya perbankan tahun kemarin cuma Rp240 triliun, pasar modal Rp802 triliun. Satu trade off ini nih, kalau tingkat suku bunga naik, bank juga susah pinjamin duit, pasar modal juga susah," katanya.

Meski begitu, Tito sepertinya pasrah akan kondisi tersebut, dirinya mempercayai segala urusan tersebut kepada pemerintah. "Pasar modal tetap bisa memiliki raising dana, satu trade off yang benar, pada tingkat suku bunga tepat, dan itu saya lepaskan kepada otoritas pemerintah," tambahnya.

Asal tahu saja pada 27-28 Juni mendatang, akan dilaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI membahas kebijakan, yang kemungkinan salah satunya membahas tingkat suku bunga.

Pada bulan Mei lalu, BI telah menggelar RDG sebanyak dua kali. BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Yakni bunga acuan menjadi 4,75% dari sebelumnya 4,25%. [ipe]

Komentar

x