Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 17:02 WIB

Celaka Tiga Belas, Ekspor Mei 2018 Melejit 10,90%

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 25 Juni 2018 | 19:20 WIB

Berita Terkait

Celaka Tiga Belas, Ekspor Mei 2018 Melejit 10,90%
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2018, meningkat 10,90% bila dibanding April 2018. Peningkatannya dari US$14.537,2 juta menjadiUS$16.121, 2 juta. Bila dibandingkan Mei 2017, ekspor naik 12,47%.

Demikian dikatakan Kepala BPS Kecuk Suhariyanto pada saat jumpa pers mengenai perkembangan ekspor Mei 2018 di Kantornya, Senin (25/6/2018). "Nilai ekspor Indonesia Mei 2018 mencapai US$16,12 miliar atau meningkat 10,90 persen dibanding ekspor April 2018," kata Kecuk.

Kecuk menjelaskan, kenaikan ekspor ini disebabkan mningkatnya ekspor nonmigas dan migas. Ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 9,25%, dari US$13.316,5 juta menjadi US$14.548,9 juta. "Sementara ekspor migas naik 28,80 persen dari USD 1.220,7 juta menjadi USD 1.572,3 juta," ujar dia.

Dia menjelaskan, secara kumulatf, nilai ekspor Indonesia periode JanuariMei 2018, mencapai US$74,93 miliar. Atau meningkat 9,65% dibanding periode yang sama di 2017. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$68,09 miliar, atau meningkat 9,81%.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2018 terhadap April 2018 terjadi pada timah sebesar US$177,5 juta (200,74%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$88,0 juta (16,83%).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan JanuariMei 2018 naik 6,16% dibanding periode yang sama di 2017. Ddemikian pula, ekspor hasil tambang dan lainnya naik 32,27%, ekspor hasil pertanian turun 4,34%.

Ekspor nonmigas Mei 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,09 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,57 miliar dan Jepang US$1,40 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 34,82%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,74 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada JanuariMei 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$12,84 miliar (17,14%), diikut Jawa Timur US$8,02 miliar (10,70%) dan Kalimantan Timur US$7,45 miliar (9,94%). [ipe]

Komentar

x