Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 15:38 WIB
 

Ekspor CPO Indonesia Babak Belur karena Kampanye

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 26 Juni 2018 | 02:19 WIB
Ekspor CPO Indonesia Babak Belur karena Kampanye
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto menyebutkan, kampanye negatif produk minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia turunkan ekspor.

"Ada dampak pengaruhnya kepada ekspor CPO," kata Kecuk kepada wartawan di Gedung BPS, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut dia, jumlah ekspor CPO dan produk turunannya yang tercatat pada Mei 2018 ini diketahui mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa negara yang diketahui mengalami penurunan dengan mengimpor lebih sedikit CPO dan produk turunannya dari Indonesia antara lain adalah India, Spanyol, Italia, dan Belanda.

Namun secara keseluruhan, berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia ke berbagai negara tersebut mengalami peningkatan pada Mei 2018 dibandingkan April 2018, misalnya India meningkat US$91,0 juta, atau naik 8,97%.

Selain itu, masih pada periode yang sama, ekspor ke Belanda meningkat US$80,8 juta, atau naik 25,02%. Dan, ekspor ke Italia meningkat US$23,2 juta, atau naik 14,03% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mencatat, kinerja ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya pada Januari-April 2018 mengalami penurunan sebesar 4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono pernah bilang, ekspor minyak sawit hingga April 2018 hanya mencapai 10,20 juta ton, sedangkan pada 2017 mencapai 10,70 juta ton.

"Di samping karena ekspor kita turun 4 persen, tahun ini harga lebih rendah dari tahun lalu rata-ratanya sekitar 10 persen lebih rendah sehingga berdampak pada pencapaian nilai ekspor kita," kata Joko.

Joko menjelaskan nilai ekspor pada Januari-April 2018 pun turun sekitar 13% menjadi US$7,04 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar US$8,06 miliar.

Khusus pada April 2018, volume ekspor minyak sawit total termasuk biodiesel, oleofood dan oleochemical membukukan penurunan 5%, atau dari 2,53 juta ton.

Menurut Joko, negara-negara tujuan utama, yakni Tiongkok, India, Uni Eropa dan Amerika Serikat, pada April 2018 mengalami penurunan impor sehingga berdampak pada nilai ekspor minyak sawit nasional. [ipe]

Komentar

x