Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 04:09 WIB

Anggaran 2018 Defisit, Sri Mulyani 'Woles'

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 26 Juni 2018 | 07:09 WIB

Berita Terkait

Anggaran 2018 Defisit, Sri Mulyani 'Woles'
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit anggaran hingga akhir Mei 2018 telah mencapai Rp94,4 triliun atau 0,64% terhadap Produk Domestik Bruto/PDB.


"Terdapat perbaikan dari sisi defisit, karena pada akhir Mei 2017, defisit anggaran tercatat Rp128,7 triliun atau 0,96 persen," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan realisasi defisit anggaran yang lebih baik dari tahun sebelumnya ini menggambarkan adanya penguatan dari kinerja pelaksanaan APBN secara keseluruhan.

Ia menjelaskan defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara yang hingga 31 Mei 2018 sudah mencapai Rp685 triliun dan belanja negara sebesar Rp779,5 triliun.

Dari pendapatan negara, realisasi penerimaan perpajakan telah terkumpul Rp538,6 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebanyak Rp144,9 triliun dan hibah sebesar Rp1,41 triliun.

Secara rinci, penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp484,5 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebanyak Rp54,16 triliun.

"Realisasi penerimaan pajak ini masih didukung oleh pertumbuhan positif PPh Non Migas, PPh Migas dan PPN, yang terus melanjutkan tren positif pertumbuhan sejak triwulan satu 2018," ujar Sri Mulyani.

Sedangkan realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp458 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp321,51 triliun.

Belanja pemerintah pusat berasal dari belanja Kementerian Lembaga yang telah mencapai Rp231,4 triliun dan belanja non Kementerian Lembaga Rp226,5 triliun.

Sementara itu, realisasi pembiayaan utang antara lain bersumber dari penerbitan Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp166,12 triliun serta pinjaman sebesar negatif Rp10,36 triliun.

Postur APBN ini juga didukung oleh keseimbangan primer yang masih tercatat surplus sebesar Rp18,1 triliun atau lebih baik dari posisi tahun lalu sebesar negatif Rp29,9 triliun.

"Posisi ini menggambarkan postur APBN yang menunjukkan adanya tren positif dan memperlihatkan adanya penguatan kesehatan APBN yang sangat nyata," kata Sri Mulyani.[tar]

Komentar

Embed Widget
x