Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 15:40 WIB
 

Kawasan Industri Luar Jawa Pesat, Airlangga Girang

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 27 Juni 2018 | 14:02 WIB
Kawasan Industri Luar Jawa Pesat, Airlangga Girang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut luas kawasan industri di luar Jawa, mengalami peningkatan dari 28,01% pada 2014, menjadi 42,42% pada 2017.

Airlangga di Jakarta, Rabu (27/5/2018), menyebutkan, pengembangan kawasan industri di Indonesia menunjukkan peningkatan baik dari sisi jumlah maupun luasnya.

Pada 2014, terdapat 74 kawasan industri dengan luas 36,3 ribu hektar (ha). Tiga tahun kemudian membesar menjadi 87 kawasan industri dengan luas hingga 59,7 ribu ha. "Untuk kawasan industri di luar Jawa mengalami peningkatan luas dari 28,01 persen pada 2014 menjadi 42,42 persen tahun 2017," kata Ketum Partai Golkar ini.

Airlangga menegaskan, kemenperin terus mendorong pengembangan kawasan industri, terutama di luar Pulau Jawa. Upaya strategis ini salah satunya untuk mengakselerasi pemerataan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sentris.

"Karena ketersediaan lahan di luar Jawa masih relatif luas maka peningkatan persentase luas kawasan industri di luar Jawa lebih tinggi dibanding di Jawa," jelas Airlangga.

Pada 2017, lanjutnya, di Jawa terdapat 57 kawasan industri. Sementara Sumatera terdapat 21 kawasan industri, Sulawesi (4 kawasan industri) dan Kalimantan (5 kawasan industri). Selama ini Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri yang terintegrasi dengan fasilitas-fasilitas penunjang guna memudahkan para investor dalam mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.

"Pembangunan kawasan industri juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Airlangga.

Apalagi, aktivitas industri memberikan efek positif yang luas, seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa.

Airlangga menyebutkan, pada 2018, ditargetkan nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri bisa tembus Rp250,7 triliun. Ke-13 kawasan industri (KI) tersebut, yaitu KI Morowali, Sulawesi Tengah, KI atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, KI Bantaeng, Sulawesi Selatan, KI JIIPE Gresik, Jawa Timur, KI Kendal, Jawa Tengah dan KI Wilmar Serang, Banten.

Selanjutnya, KI Dumai, Riau, KI Konawe, Sulawesi Tenggara, KI/KEK Palu, Sulawesi Tengah, KI/KEK Bitung, Sulawesi Utara, KI Ketapang, Kalimantan Barat, KI/KEK Lhokseumawe, Aceh dan KI Tanjung Buton, Riau.

"Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang dan lain-lain," jelasnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget

x