Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 10:32 WIB
 

Tim Ekonomi Jokowi Mampu Menekan Defisit Dagang?

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 28 Juni 2018 | 01:19 WIB
Tim Ekonomi Jokowi Mampu Menekan Defisit Dagang?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah diminta membuka semua strategi untuk menghadapi dafisit neraca perdagangan. Salah satunya ialah melakukan pertemuan bilateral. Ini Masalah serius, perlu segera dihentikan.

"Segera membuat pertemuan bilateral dengan AS, China, India dan negara Uni Eropa untuk memitigasi dampak perang dagang," kata Ekonom Bhima Yudhistira, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, kata dia, pemerintah dan pengusaha diharapkan mengambil sikap oportunistik. Tujuannya untuk memanfaatkan celah perang dagang yang tengah terjadi antara beberapa negara. "Misalnya ekspor CPO diperbesar ke China karena pengenaan tarif minyak kedelai AS," ujar dia.

Kemudian, ekspor elektronik ke AS juga harus didorong karena tarif impor barang elektronik dari China membuat harga relatif lebih mahal. Namun, ada beberapa syarat yang harus dilakukan oleh pengusaha di Indonesia. "Syaratnya dari sisi pengusaha harus tingkatkan kualitas barang ekspor jadi tidak sekedar menang dari segi harga," kata dia.

Diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei 2018 menunjukkan defisit sebesar 1,52 miliar dolar AS. Sedangkan bila ditotal dari Januari-Mei 2018, defisitnya mencapai US$ 2,834 miliar.

Adapun defisit disebabkan oleh nilai ekspor sebesar US$16,12 miliar lebih rendah dari impor yang hanya US$17,64 miliar. Defisit impor migas Mei tercatat US$1,24 miliar dan defisit nonmigas US$0,28 miliar. [ipe]

Komentar

x