Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:16 WIB

Antisipasi The Fed

Tahun Ini, BI Bisa Naikkan Suku Bunga 5X

Jumat, 29 Juni 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

Tahun Ini, BI Bisa Naikkan Suku Bunga 5X
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Agar pertumbuhan kredit bisa terjaga, Bank Indonesia (BI) perlu menelorkan kebijakan mitigasi. Seiring rencana penaikan suku bunga acuan.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (28/6/2018), memerkirakan, BI akan menaikkan suku bunga hingga lima kali dalam tahun ini. Kebijakan ini untuk mengimbangi suku bunga The Fed (Fed Fund Rate/FFR) yang dikerek empat kali di tahun ini.

Sebagai "obat" mujarab pengetatan suku bunga ini, bank sentral perlu menelorkan kebijakan untuk menjaga investasi di sektor riil, serta pertumbuhan kredit perbankan.

Kebijakan mitigasi diperlukan karena, kenaikan suku bunga acuan bisa mendorong kenaikan suku bunga kredit, dan dunia usaha bisa ragu untuk berinvestasi di sektor riil akibat pembiayaan menjadi mahal.

"Pada Juni 2018 ini, bisa saja bunga acuan langsung naik 50 basis poin, karena tekanan ekonomi global yang kuat," ujar Bhima.

Kenaikan suku bunga kredit juga dikhawatirkan akan semakin menggerus permintaan kredit dari masyarakat. "Mitigasi ke dampak pertumbuhan kredit harus dibuat satu kebijakan khusus," ujar Bhima.

Hingga akhir pertengahan Juni 2018, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak dua kali sebesar 50 basis poin menjadi 4,75%.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, saat ini, dengan situasi rupiah terus tertekan, BI perlu menaikkan suku bunga acuan. Hal itu karena gejolak nilai rupiah bisa mengancam laju inflasi dan akhirnya semakin memperparah daya beli masyarakat.

Perbankan, kata Jahja, masih punya opsi lain untuk menggenjot pendapatan dari kredit, karena diyakini volume permintaan kredit masih akan menggeliat.

"Kalau tidak dilakukan kenaikan suku bunga, kurs rupiah akan terancam. Sehingga kalau kurs naik, maka bisa terjadi inflasi besar dan mengurangi daya beli masyarakat," ungkap Jahja, beberapa waktu lalu.

Namun, Jahja belum memastikan apakah BCA akan melakukan penyesuaian bunga kredit setelah suku bunga acuan naik.

BCA membutuhkan waktu untuk menghitung kecukupan sumber dana dan biaya dana (cost of fund) yang mereka miliki. "Kita perlu lihat likuiditas juga. Jika naik, tidak merata, segmen kredit tertentu bisa naik, yang lain belum tentunya naik," ujar dia. [tar]

Komentar

x